Gubernur Sulteng Mau Jadi Penjamin Keamanan Ali Kalora Cs Jika Serahkan Diri

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pasukan TNI yang tergabung dalam Satgas Tinombala berjalan di sekitar perkampungan warga yang menjadi lokasi penyerangan yang diduga dilakukan kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Ali Kalora, di Dusun Lewonu, Desa Lemban Tongoa, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, Selasa, 1 Desember 2020. Sebanyak 30 personel TNI dari Poso didatangkan ke Sigi untuk membantu polisi memburu kelompok MIT. ANTARA/Rahman

    Sejumlah pasukan TNI yang tergabung dalam Satgas Tinombala berjalan di sekitar perkampungan warga yang menjadi lokasi penyerangan yang diduga dilakukan kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Ali Kalora, di Dusun Lewonu, Desa Lemban Tongoa, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, Selasa, 1 Desember 2020. Sebanyak 30 personel TNI dari Poso didatangkan ke Sigi untuk membantu polisi memburu kelompok MIT. ANTARA/Rahman

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur Sulawesi Tengah, Rusdi Mastura, menyatakan bersedia menjadi penjamin keamanan kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT), pimpinan Ali Kalora, jika mereka menyerahkan diri.

    Hal itu disampaikan Rusdi di hadapan Penanggung Jawab Kebijakan Operasi Satuan Tugas Madago Raya, Inspektur Jenderal Abdul Rakhman Baso dan Brigadir Jenderal TNI Farid Makruf.

    "Selama saya menjadi Gubernur, bila mereka itu mau keluar hutan, turun menyerah, saya yang akan tanggung jawab. Saya menjadi jaminan keamanan buat mereka. Mereka tidak akan diapa-apakan oleh aparat keamanan," ujar Rusdi melalui keterangan tertulis pada Ahad, 1 Agustus 2021.

    Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah Inspektur Jenderal Abdul Rakhman Baso sebelumnya mengungkapkan kesulitan menangkap enam anggota teroris yang bermukim di Poso itu. Hal itu disebabkan adanya simpatisan teroris di wilayah tersebut.

    "Selain medan yang berat, hal utamanya karena masih adanya simpatisan yang mendukung mereka. Kalau mau cepat selesai ya tidak ada simpatisan, tidak ada gerakan-gerakan yang mendukung mereka, maka kasus Poso akan cepat selesai," ujar Abdul Rakhman melalui keterangan tertulis pada Selasa, 27 Juli 2021.

    Saat ini, kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur tersisa enam orang. Pada dua pekan lalu, polisi menembak mati tiga orang buronan kasus terorisme itu dalam waktu yang berbeda. Pemerintah dan Satgas Madago Raya juga mengimbau Ali Kalora cs agar segera menyerahkan diri.

    Baca juga: Polri Sebut Penyergapan 2 Anggota MIT Berkat Informasi Masyarakat


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.