Pekan Terakhir PPKM Level 4, Pemerintah Sebut Mobilitas Justru Alami Peningkatan

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jodi Mahardi. Twitter.com

    Jodi Mahardi. Twitter.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Jodi Mahardi mengatakan bahwa mobilitas penduduk dalam beberapa waktu belakangan menunjukan peningkatan. Hal ini justru terjadi saat regulasi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM Level 4 mulai diterapkan.

    "Tingkat mobilitas mengalami peningkatan dalam minggu terakhir. Langkah penyekatan dan penebalan PPKM tetap perlu dilakukan untuk menahan mobilitas masyarakat keluar rumah," kata Jodi saat dihubungi Tempo, Sabtu 31 Juli 2021.

    Jodi mengatakan penegakan aturan PPKM level 3 dan 4 tetap harus dilakukan secara tegas. Bagi masyarakat yang masih ngotot beraktivitas dan yang melanggar, akan dikenakan sanksi.

    PPKM Level 4 diperpanjang dari 26 Juli hingga 2 Agustus 2021. Untuk memastikan masyarakat tak banyak beraktivitas, Jodi mengatakan penyaluran bansos baik dari pusat dan daerah harus semakin digencarkan untuk membantu masyarakat miskin, pekerja harian, dan PKL yang terkena dampak dari PPKM.

    "Pemerintah Daerah agar segera me-refocusing anggaran penanganan Covid19 dengan memfokuskan pada pemberian bansos kepada masyarakat dan peningkatan kapasitas kesehatan untuk penanganan Covid-19," kata Jodi.

    Tak hanya mobilitas yang masih tinggi, tingkat kematian juga tercatat masih tinggi. Jodi mengatakan hal ini harus segera diatasi dengan mengidentifikasi masyarakat yang terkonfirmasi Covid-19 sehingga dapat dilakukan treatment secara cepat.

    "Konversi tempat tidur di daerah harus ditingkatkan," kata dia.

    Meski begitu, Jodi tidak dapat memastikan apakah dengan indikator-indikator ini, PPKM Level 4 akan diperpanjang secara nasional lagi. Ia mengatakan hal ini akan sangat tergantung kondisi masing-masing daerah.

    Ia mengatakan Pemerintah akan hanya mengacu pada standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yaitu Indikator Laju penularan (kasus konfirmasi, perawatan di RS, kematian); Indikator respon kesehatan (testing - positivity rate, tracing - kontak erat pada kasus konfirmasi, dan treatment - BOR). "Di samping itu ada indikator ketiga yaitu kondisi sosio-ekonomi masyarakat," kata Jodi.

    Baca: Update Covid-19 Per 31 Juli: Kasus Positif Tambah 37.284, Pasien Sembuh 39.372


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.