3 Kampus yang Kerja Sama Kembangkan Tablet dan Laptop Merah Putih

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Para siswa mengikuti uji coba pembelajaran tatap muka (PTM) tahap 2 di SDN Malaka Jaya 07 Pagi, Jakarta, Rabu, 9 Juni 2021. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    Para siswa mengikuti uji coba pembelajaran tatap muka (PTM) tahap 2 di SDN Malaka Jaya 07 Pagi, Jakarta, Rabu, 9 Juni 2021. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi menggandeng tiga perguruan tinggi untuk mengembangkan tablet dan laptop Merah Putih.

    “Kami terus mendorong laptop atau tablet Merah Putih melalui konsorsium dan melibatkan industri dalam negeri,” kata Kepala Biro Perencanaan Sekretariat Jendral Kemendikbudristek M. Samsuri kepada Tempo, Jumat, 30 Juli 2021.

    Konsorsium perguruan tinggi tersebut adalah Institut Teknologi Bandung, Universitas Gadjah Mada, dan Institut Teknologi Sepuluh November. Laptop dan tablet yang diproduksi nantinya akan diberi merek Dikti Edu.

    Samsuri menuturkan, konsorsium telah menyiapkan peta jalan, desain produk, dan terlibat penuh dalam implementasi/produksi bersama industri. Untuk tahun ini, ditargetkan sebanyak 20 ribu tablet Dikti Edu, dengan rincian pada 2021 sebanyak 10 ribu model tablet merah putih akan diproduksi oleh konsorsium ITB, UGM dan ITS.

    “Tablet ini digunakan untuk membantu pembelajaran di wilayah 3T, khususnya dalam membantu pelaksanaan pembelajaran jarak jauh (PJJ) di wilayah blank spot di masa pandemi Covid-19,” katanya.

    Setelah tablet, konsorsium perguruan tinggi bersama industri akan memproduksi laptop Merah Putih. Laptop akan diisi oleh e-modul Dikti dan software Secure Edunex Application plus ramah untuk pelajar tuna netra.  Dalam kegiatan ini, Politeknik akan menjadi bagian konsorsium. Selain itu, pelajar SMK dan mahasiswa perguruan tinggi vokasi akan dilibatkan pada kegiatan perakitan hingga setelah penjualan.

    Baca juga: Gagap Teknologi dan Infrastruktur Bayangi Digitalisasi Sekolah


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.