3 Poin Somasi Moeldoko Kepada ICW Soal Ivermectin

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo berbicara dengan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko saat membuka The 2nd Asian Agriculture & Food Forum (ASAFF) 2020 di Istana Negara, Jakarta, Kamis 12 Maret 2020. Indonesia menginisiasi kolaborasi antar negara dan antar pebisnis di kawasan Asia untuk membangun kemandirian pertanian dan ketahanan pangan Asia. Melalui Asian Agriculture and Food Forum 2020 (ASAFF 2020) diharapan sinergi dan kolaborasi tersebut dapat diwujudkan untuk memenuhi kebutuhan pangan di Asia dan menjadi penyuplai utama pangan dunia. TEMPO/Subekti.

    Presiden Joko Widodo berbicara dengan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko saat membuka The 2nd Asian Agriculture & Food Forum (ASAFF) 2020 di Istana Negara, Jakarta, Kamis 12 Maret 2020. Indonesia menginisiasi kolaborasi antar negara dan antar pebisnis di kawasan Asia untuk membangun kemandirian pertanian dan ketahanan pangan Asia. Melalui Asian Agriculture and Food Forum 2020 (ASAFF 2020) diharapan sinergi dan kolaborasi tersebut dapat diwujudkan untuk memenuhi kebutuhan pangan di Asia dan menjadi penyuplai utama pangan dunia. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menyomasi Indonesia Corruption Watch (ICW). 

    Pengacara Moeldoko, Otto Hasibuan, mengatakan somasi ini berhubungan dengan rilis ICW yang menyebut kliennya dekat dengan petinggi PT Harsen Laboratories, produsen Ivermectin.

    "Pernyataan ICW seolah sengaja membentuk opini publik klien kami terlibat dalam perburuan rente peredaran Ivermectin." kata Otto dalam konferensi pers daring pada Kamis, 29 Juli 2021.

    Berikut beberapa poin somasi kepada ICW:

    1. Minta ICW Buktikan Tuduhan Mereka

    Otto meminta ICW dan salah satu peneliti dari lembaga ini, Egi Primayogha, untuk membuktikan tuduhan mereka.

    "Saya memberikan kesempatan kepada ICW dan kepada Egi dalam 1X24 jam untuk membuktikan tuduhannya bahwa klien kami terlibat dalam peredaran Ivermectin dan ekspor beras," ujar Otto.

    Sebelumnya, ICW menyebut mantan Panglima TNI ini terhubung dengan PT Harsen lewat Sofia Koswara, Wakil Presiden perusahaan tersebut, melalui anaknya, Joanina Rachman. ICW menuturkan Sofia merupakan pemilik saham mayoritas di PT Noorpay Perkasa. 

    Sejak 2019, PT Noorpay Nusantara Perkasa, menjalin hubungan kerjasama dengan Himpunan Kerukunan Tani Indonesia dalam program pelatihan petani di Thailand. Pada awal Juni lalu, Ivermectin didistribusikan ke Kabupaten Kudus melalui HKTI. Ketua HKTI adalah Moeldoko.

    2. Minta ICW Cabut Pernyataan

    Otto mengatakan apabila tidak dapat membuktikan bahwa Moeldoko terlibat dalam peredaran Ivermectin, maka kliennya meminta ICW mencabut pernyataannya. Selain itu, mereka diminta meminta maaf kepada Moeldoko secara terbuka melalui media cetak dan media elektronik.

    Otto mengatakan Joanina memang pemegang saham PT Noorpay. "Tapi jangan serta merta dikait-kaitkan. Kan wajar orang berbisnis, tapi Pak Moeldoko baik secara pribadi maupun dalam jabatannya sebagai KSP tidak ada hubungannya dengan PT Noorpay," tutur Otto.

    3. Ancam akan Lapor ke Polisi

    Otto mengatakan jika ICW tak bisa membuktikan tuduhan mereka dan tak mau meminta maaf secara terbuka, maka mereka akan mengambil jalur hukum.

    "Jika tidak bersedia meminta maaf kepada klien kami secara terbuka, maka dengan sangat menyesal tentunya kami akan melaporkan kasus ini kepada yang berwajib," kata Otto soal poin somasi Moeldoko.

    Baca juga: ICW Temukan Dugaan PT Harsen, Produsen Ivermectin, Terhubung dengan Moeldoko dan Kader PDIP


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Negara-negera yang Sudah Melakukan Vaksinasi Anak di Bawah 12 Tahun

    Di Indonesia, vaksin Covid-19 baru diberikan ke anak usia 12 tahun ke atas. Namun beberapa negara mulai melakukan vaksinasi anak di bawah 12 tahun.