Usai Kasus TNI AU, Polisi Diduga Lakukan Pemukulan pada Warga Nabire Papua

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Pemukulan. shutterstock.com

    Ilustrasi Pemukulan. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemukulan terhadap warga Papua kembali terekam kamera, pada Rabu, 28 Juli 2021. Kali ini, nampak dua orang polisi yang terekam kamera menganiaya seorang warga di belakang truk. Aparat ini terlihat dalam video itu memukul kepala korban sebanyak dua kali.

    Menurut Direktur Eksekutif Lembaga Penelitian, Pengkajian dan Pengembangan Bantuan Hukum (LP3BH) Manokwari, Yan Christian Warinussy kejadian terjadi di Kampung Bumi Wonorejo, Kabupaten Nabire, Papua. Korban yang disebut bernama Nicolas Mote, adalah warga sipil.

    "Sebagai sesama pejabat penegak hukum di Tanah Papua, saya sangat tidak setuju dengan sikap, perilaku dan tindakan brutal oknum anggota polisi tersebut," kata Yan, dalam keterangan tertulis, Kamis, 29 Juli 2021.

    Kejadian ini terjadi tak lama setelah video dua anggota TNI AU terekam menganiaya dan menginjak seorang warga sipil di Merauke. Kejadian itu berbuntut pada pencopotan Komandan Lanud Johanes Abraham Dimara (Lanud Dma) dan Komandan Satuan Polisi Militer Lanud Dma, sebagai pembina kedua anggota TNI itu.

    Dalam kasus di Nabire, Yan menyoroti salah satu anggota polisi yang menganiaya adalah nampak seperti anak asli Papua. Ia menduga polisi tersebut masuk ke institusi lewat jalur polisi Otonomi Khusus.

    "Kalau benar demikian, maka saran saya dia dipecat segera oleh Kapolri melalui Kapolda Papua. Demikian juga Kapolres Nabire AKBP Kariawan Barus bersama Kepala Bagian Pembinaan Operasi Polres Nabire juga harya dicopot dari jabatan mereka, karena terkesan sangat tidak mampu membina anggota," kata Yan.

    Ia menyebut perilaku anggota polisi itu sama sekali tidak mencerminkan wajah negara hukum dan negara demokrasi seperti Indonesia. Padahal tindakan dan perbuatan anggota polisi telah diatur dengan sangat jelas dan baik di dalam UU Nomor 2 Tahun 2002 Tentang Kepolisian Republik Indonesia (Polri).

    Video kekerasan yang sama juga sempat dibagikan oleh Pegiat HAM Veronika Koman. Veronika mengatakan kejadian itu terjadi memang tak lama setelah peristiwa kekerasan di Merauke. "Mengkonfirmasi bahwa rasisme terhadap Orang Papua itu sistemik," kata Veronika.

    Tempo mencoba mengkonfirmasi video dan kejadian ini pada Kabid Humas Polda Papua Komisaris Besar Ahmad Musthofa Kamal. Namun belum ada tanggapan hingga berita diturunkan.

    Baca juga: Kasus Anggota TNI AU Injak Kepala Warga, KSAU Ganti Danlanud Merauke


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.