Moeldoko Sesalkan Aksi Anggota TNI AU yang Injak Kepala Warga Papua

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko (tengah) berjalan keluar gedung usai menghadiri peluncuran Aksi Pencegahan Korupsi Stranas PK 2021-2022, di Gedung KPK, Jakarta, Selasa, 13 April 2021. ANTARA/Dhemas Reviyanto

    Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko (tengah) berjalan keluar gedung usai menghadiri peluncuran Aksi Pencegahan Korupsi Stranas PK 2021-2022, di Gedung KPK, Jakarta, Selasa, 13 April 2021. ANTARA/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menyesalkan aksi dua orang Polisi Militer Bandara J Dimara Merauke, Papua, yang menginjak kepala seorang warga Papua di Merauke. Insiden penganiayaan oleh anggota TNI AU ini viral di media sosial pada Selasa, 27 Juli 2021.

    "Kantor Staf Presiden (KSP) menyampaikan penyesalan mendalam dan mengecam tindak kekerasan tersebut. KSP menilai bahwa tindakan yang dilakukan oleh kedua aparat tersebut sangat eksesif, di luar standar dan prosedur yang berlaku," kata Moeldoko dalam keterangan tertulis, Senin, 28 Juli 2021.

    Moeldoko mengapresiasi dan sangat menghargai respons cepat Panglima TNI dan Kepala Staf TNI AU (KSAU) dengan menahan pelaku. Ia pun meminta agar para pelaku diproses sesuai hukum yang berlaku.

    Moeldoko juga mengajak seluruh lapisan masyarakat, untuk mendukung dan mempercayakan proses penegakan hukum serta mengawasi proses tersebut. "KSP akan memastikan bahwa pelaku diproses secara hukum yang transparan dan akuntabel, serta memastikan korban mendapat perlindungan serta pemulihan," kata Moeldoko.

    Menurut Moeldoko, sesuai arahan Presiden Joko Widodo, KSP berharap agar semua lapisan masyarakat, terlebih aparat penegak hukum, memiliki perspektif HAM, menekankan pendekatan humanis dan dialogis, utamanya terhadap penyandang disabilitas.

    Hal ini sesuai dengan UU nomor 39 tahun 1999 tentang HAM, Undang-undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas, dan Peraturan Pemerintah Nomor 39 tahun 2020 tentang Akomodasi Yang Layak Bagi Penyandang Disabilitas Dalam Proses Peradilan.

    "KSP mengajak semua pihak untuk berupaya memastikan agar kejadian tersebut tidak berulang, baik di Papua maupun di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia," kata dia.

    Sebelumnya, dalam sebuah video berdurasi 1 menit 21 detik 2 anggota TNI Angkatan Udara menganiaya seorang warga di Papua. Di awal video, korban tengah terlibat dalam perseteruan dengan pria lainnya di video itu. Kemudian dua anggota datang, memiting tangan korban, dan mendorong keluar dari warung ke pinggir jalan.

    Anggota TNI AU yang memiting tangan lalu menelungkup korban di atas trotoar. Sedangkan rekannya menginjak kepala korban. Korban hanya terdengar mengerang tanpa melakukan perlawanan. Menurut aktivis HAM Papua, Theo Hesegem, korban merupakan penyandang difabel. 

    Kepala Staf TNI Angkatan Udara Marsekal Fadjar Prasetyo menyampaikan akan menindak tegas dua personelnya yang melakukan kekerasan terhadap warga Papua di Merauke. "Kami akan mengevaluasi seluruh anggota kami dan juga akan menindak secara tegas terhadap pelaku yang berbuat kesalahan," kata Fadjar dalam keterangan video yang diunggah akun Twitter resmi @_TNIAU, Selasa, 27 Juli 2021.

    Baca juga: Anggota TNI AU Injak Kepala Warga Papua, Jaringan Damai: Hentikan Pendekatan Militer


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.