MUI Pusat Kutuk Keras Pembunuhan Ketua MUI Labuhanbatu Utara

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pembunuhan menggunakan senjata tajam. shutterstock.com

    Ilustrasi pembunuhan menggunakan senjata tajam. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengutuk keras peristiwa pembunuhan terhadap Ketua MUI Labuhanbatu Utara, Aminurrasyid Aruan. 

    "Jelas-jelas merupakan sebuah tindakan yang tidak terpuji dan sangat terkutuk," ujar Wakil Ketua Umum MUI Anwar Abbas melalui pesan teks pada Rabu, 28 Juli 2021.

    Anwar mengapresiasi kerja kepolisian yang dalam waktu singkat bisa menangkap pelaku yang diduga membunuh Aminurrasyid Aruan. Majelis Ulama, kata dia, meminta kepolisian agar juga dengan cepat membongkar motif dan menghukumnya secara adil. 

    "Apalagi di dalam agama Islam menghilangkan nyawa satu orang,  itu sama artinya dengan menghilangkan nyawa seluruh umat manusia di atas muka bumi ini," kata Anwar. 

    Ketua MUI Labuhanbatu Utara Aminurrasyid Aruan ditemukan tewas pada 27 Juli 2021 sekitar pukul 18.00 WIB. Saat ditemukan, jenazah korban dalam kondisi penuh luka di dalam parit di depan rumah warga di halaman warga di Kelurahan Gunting Saga, Kecamatan Kualuh Selatan, Labura.

    Sementara itu, Kepolisian Resor Labuhanbatu, Sumatera Utara sudah menangkap terduga pelaku pembunuhan Ketua Majelis Ulama (MUI) Labuhanbatu Utara Aminurrasyid Aruan. "Sudah ditangkap," kata Kapolres Labuhanbatu Ajun Komisaris Besar Deni Kurniawan saat dikonfirmasi pada Selasa, 27 Juli 2021. Polisi menyebut masih mendalami motif pembunuhan ini.

    Baca juga: Polisi Tangkap Orang yang Diduga Pelaku Pembunuhan Ketua MUI Labuhanbatu Utara 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    OTT Bupati Kolaka Timur, Simak Fakta Penangkapan dan Profil Andi Merya

    Bupati Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, Andi Merya Nur, ditangkap KPK dalam OTT. Ia diduga menerima suap yang berhubungan dengan dana hibah BNPB.