Tengah Malam, Gunung Merapi Keluarkan Awan Panas

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Luncuran lava pijar Gunung Merapi terlihat dari Desa Kalitengah, Glagaharjo, Cangkringan, Sleman, DI Yogyakarta, Rabu 30 Juni 2021. Gunung Merapi masih terus mengeluarkan lava pijar dan awan panas guguran dari kawah lama ke arah tenggara dan kawah baru ke arah barat daya, dan berstatus siaga (level III). ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah

    Luncuran lava pijar Gunung Merapi terlihat dari Desa Kalitengah, Glagaharjo, Cangkringan, Sleman, DI Yogyakarta, Rabu 30 Juni 2021. Gunung Merapi masih terus mengeluarkan lava pijar dan awan panas guguran dari kawah lama ke arah tenggara dan kawah baru ke arah barat daya, dan berstatus siaga (level III). ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral melaporkan Gunung Merapi menyemburkan awan panas pada Senin, 26 Juli 2021.

    Fenomena awan panas ini terjadi pada pukul 23.51 dan 23.55 WIB. "Terekam di seismogram dengan amplitudo 30mm durasi 187 detik dan 148 detik. Jarak luncur 2.500 m ke arah barat daya," tulis BPPTKG lewat akun resmi Twitter mereka pada Senin, 26 Juli 2021.

    Seharian ini, aktivitas Gunung Merapi memang sedang meningkat. Gunung yang berstatus siaga sejak 5 November 2020 ini sempat memuntahkan lava pijar pada Senin, 26 Juli 2021 pukul 04.07.

    Bahkan lontaran lava pijar pada Ahad, 25 Juli 2021 menyebabkan munculnya titik api di vegetasi lereng Merapi. "Musim kemarau dan tidak adanya hujan membuat vegetasi di lereng Merapi menjadi kering sehingga sangat mudah terbakar ketika tersulut api," tulis BPPTKG. Balai meminta masyarakat tetap waspada dengan aktivitas Gunung Merapi.

    Baca juga: Lava Pijar Gunung Merapi Disebut Sebabkan Kebakaran Hutan, Ini Kata BPPTKG 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada, Penyakit Yang Terabaikan Saat Pandemi Covid-19

    Wabah Covid-19 membuat perhatian kita teralihkan dari berbagai penyakit berbahaya lain. Sejumlah penyakit endemi di Indonesia tetap perlu diwaspadai.