Perpanjangan PPKM, Ridwan Kamil Gandeng TNI dan Polri Genjot Testing

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Jabar Ridwan Kamil saat meninjau pelaksanaan vaksinasi COVID-19 berbagai lintas agama di Universitas Muhammadiyah, Kota Bandung, Senin (26/7/2021). (Foto: Yogi P/Biro Adpim Jabar)

    Gubernur Jabar Ridwan Kamil saat meninjau pelaksanaan vaksinasi COVID-19 berbagai lintas agama di Universitas Muhammadiyah, Kota Bandung, Senin (26/7/2021). (Foto: Yogi P/Biro Adpim Jabar)

    TEMPO.CO, Bandung - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan ada ratusan ribu relawan yang siap menjadi pelacak atau tracer kontak erat pasien Covid-19 di wilayahnya. Ia mengatakan pemerintah daerah akan menggenjot testing yang merupakan bagian dari perpanjangan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat atau PPKM Level 4.

    “Alhamdulillah sudah  ada 300 ribu relawan yang akan menjadi tim pelacak orang sakit, atau tracer yang dikomandani nanti oleh TNI dan Polri sesuai arahan pemerintah pusat,” kata Emil, sapaan akrabnya, pada Senin, 26 Juli 2021.

    Emil mengatakan, nama pasien yang positif Covid-19 akan disetor ke Kodim dan Polres. Selanjutnya pelacakan kontak erat akan memanfaatkan teknologi digital.

    :Kemudian Kodim dan Polres akan menugaskan koordinator tracing digital mencari orang-orang di seputaran jaringan komunikasi orang  sakit tadi untuk di cek apakah perlu di tes atau perlu isolasi,” kata Emil.

    Emil mengatakan, pada perpanjangan PPKM tahap tiga ini bantuan sosial atau bansos juga akan dikebut. “Dalam rangka proses ini kita terus membagikan bantuan sosial, baik dari pusat, provinsi, maupun kota atau kabupaten,” kata dia.

    Ia menuturkan sudah memerintahkan semua Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pemerintah provinsi untuk berkeliling itu membagikan bantuan sosial.

    Ridwan Kamil mengatakan, bantuan sosial dari dana provinsi akan menyasar warga terdampak PPKM tapi belum masuk dalam daftar penerima bantuan sosial. “Dari Jawa Barat akan dilanjutkan khususnya untuk profesi-profesi yang terdampak oleh Covid tapi tidak terdata secara formal,” kata dia.

    Baca juga: Naik Turun Jumlah Testing Menjelang Pelonggaran PPKM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.