Vaksin Langka, Pekanbaru Prioritaskan Pemberian Dosis Kedua

Reporter:
Editor:

Ahmad Faiz Ibnu Sani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah petugas Brimob bersenjata mengawal distribusi vaksin COVID-19 saat tiba di Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, Selasa, 5 Januari 2021. Riau mendapat kiriman 22.000 dosis vaksin Sinovac dari kuota empat juta dosis Vaksin COVID-19, dan untuk tahap awal diprioritaskan untuk tenaga kesehatan. ANTARA FOTO/FB Anggoro

    Sejumlah petugas Brimob bersenjata mengawal distribusi vaksin COVID-19 saat tiba di Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, Selasa, 5 Januari 2021. Riau mendapat kiriman 22.000 dosis vaksin Sinovac dari kuota empat juta dosis Vaksin COVID-19, dan untuk tahap awal diprioritaskan untuk tenaga kesehatan. ANTARA FOTO/FB Anggoro

    TEMPO.CO, Jakarta - Vaksinasi Covid-19 di Kota Pekanbaru mengalami gangguan lantaran stoknya yang menipis. Hal ini akibat distribusi yang kurang lancar dari pemerintah pusat.

    Wali Kota Pekanbaru Firdaus mengatakan pihaknya sudah mengajukan 82 ribu dosis vaksin Covid-19 tambahan. Dalam waktu dekat, kata dia, pemerintah pusat akan mengirim 41 ribu vial vaksin ke Provinsi Riau. 

    "Ini dibagi lagi dengan Kabupaten/Kota di Riau. Kebutuhan kami saja untuk vaksin suntikan kedua 80 ribu. Jika vaksin ini telah didistribusikan, maka peruntukannya diprioritaskan bagi suntikan dosis kedua," kata Firdaus, Kamis 22 Juli 2021 lalu dikutip dari situs resmi pemerintah kota.

    Firdaus mengklaim untuk pelayanan dan petugas vaksinasi kotanya sudah siap. “Tapi persoalannya kuota untuk vaksin itu sendiri," ucap dia.

    Sementara itu, Kepala Bidang Angkutan Dinas Perhubungan Kota Pekanbaru Khairunnas mengatakan pelayanan suntik vaksin melalui 10 unit bus keliling yang telah berjalan sejak 28 Mei saat ini dihentikan sementara. Ketersediaan vaksin di Dinas Kesehatan tidak bisa mencukupi kebutuhan vaksin untuk 10 unit bus vaksinasi keliling.

    "Jumlah dosis vaksin yang ada sekarang terbatas, tidak cukup untuk melayani masyarakat di bus vaksinasi keliling," ujarnya, Jumat

    Firdaus menuturkan distribusi vaksin terkendala karena pembelian vaksin oleh pemerintah pusat rebutan dengan negara lain. Selain itu distribusi vaksin diprioritaskan untuk daerah Jawa-Bali yang menerapkan PPKM darurat akibat lonjakan Covid-19.

    TEGUH ARIF ROMADHON

    Baca juga:

    Mahasiswa Pekanbaru: PPKM Mikro Diperpanjang, Apa Solusi untuk Pedagang Kecil?


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.