BKKBN dan Baznas Salurkan Daging Kurban Atasi Stunting

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seremonial Donasi Kebutuhan Gizi Keluarga Indonesia digelar secara virtual, Jumat (23/7). Dihadiri Kepala BKKBN Hasto Wardoyo, Ketua Baznas Noor Achmad dan Perwakilan Masyarakat Muslim di Singapura Jalaluddin Hassan dan dimoderatori oleh Yudhiarma

    Seremonial Donasi Kebutuhan Gizi Keluarga Indonesia digelar secara virtual, Jumat (23/7). Dihadiri Kepala BKKBN Hasto Wardoyo, Ketua Baznas Noor Achmad dan Perwakilan Masyarakat Muslim di Singapura Jalaluddin Hassan dan dimoderatori oleh Yudhiarma

    INFO NASIONAL - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) bekerjasama dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) akan menyalurkan bantuan dari Komunitas Masyarakat Muslim Singapura yang setara dengan 400 ekor kambing kurban. Bantuan tersebut akan diolah dalam bentuk daging kaleng kemudian dibagikan ke masyarakat miskin di daerah terdepan, terpencil, dan tertinggal atau 3T untuk mengurangi penderita stunting di Indonesia. 

    Seremonial Donasi Kebutuhan Gizi Keluarga Indonesia yang digelar secara virtual, Jumat 23 Juli 2021, dihadiri Kepala BKKBN Hasto Wardoyo, Ketua Baznas Noor Achmad dan Perwakilan Masyarakat Muslim di Singapura Jalaluddin Hassan dan dimoderatori oleh Yudhiarma.

    Hasto mengatakan jika saat ini BKKBN mendapat mandat dari Presiden Joko Widodo untuk menjadi ketua pelaksana dalam mengurangi stunting di Indonesia. Dan tugas ini mendapat dukungan dari Baznas dan bantuan daging kurban Komunitas Masyarakat Muslim di Singapura untuk mengurangi penderita stunting. 

    "Hari ini kita bisa menyisihkan sebagian hewan kurban dalam bentuk daging kaleng dan disalurkan kepada penderita stunting. Ke depan, bersama kita bisa membangun foodbank untuk keluarga miskin dan foodbank terkhusus untuk keluarga yang berpotensi melahirkan anak stunting. Foodbank ini bisa menjadi bagian social responsibility dari berbagai perusahaan, individu maupun komunitas perusahaan dari berbagai kalangan baik di dalam dan di luar negeri," ujar Hasto.

    Dia menjelaskan, saat ini BKKBN juga meluncurkan program 1.000 Mitra atau Bapak Asuh Bersama Baznas untuk mencegah stunting di 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). 

    Apalagi Presiden Joko Widodo juga menargetkan agar penderita stunting turun hingga 14 persen pada 2024 mendatang. Kendati pandemi Covid-19 memberi dampak yang menyulitkan ekonomi, namun Hasto berharap nilai  gotong royong dari lembaga non pemerintahan, swasta dan negara-negara tetangga akan memberikan sentuhan bagi masyarakat yang membutuhkan.  

    BKKBN mencatat satu dari empat anak Indonesia mengalami stunting. Di dunia, Indonesia menepati posisi keempat di dunia dengan angka stunting terbanyak. Hal ini dikarenakan akses yang rendah untuk mendapatkan makanan bergizi, kerawanan pangan dan sumber mendapat protein hewani yang buruk.  

    Noor Achmad mengatakan Baznas adalah lembaga pemerintah non struktural yang diberi tanggung jawab untuk pengelolaan zakat secara nasional termasuk di dalamnya pengelolaan kurban secara nasional. Tahun ini perolehan kurban yang dikelola Baznas secara online meningkat 70 persen dibandingkan tahun lalu.  "Sekarang jumlahnya mencapai setara dengan 4860 ekor kambing,"ujarnya. Dia mengapresiasi dukungan komunitas antar negara antara lain Masyarakat Muslim di Singapura yang menyalurkan kurban 400 ekor kambing. 

    Bantuan kurban ini juga diharapkannya dapat mengurangi stunting atau menambah gizi untuk ibu dan bayi di Indonesia.  Noor berharap, kerjasama antara BKKBN dan Baznas terus berlanjut apalagi Baznas memiliki program pengurangan kemiskinan. Selain menerima zakat, Baznas juga menerima kurban.

    Sementara itu, Jalaluddin, mengatakan sebagian penduduk Singapura berasal dari Indonesia sehingga mereka merasa dekat dengan Indonesia. Menurutnya, setiap tahun Komunitas Masyarakat Muslim di Singapura mengurbankan lebih dari 2.000 daging kambing."Hasrat kami membantu golongan dhuafa ini dapat tercapai dengan  saluran dari BKKBN dan Baznas. Semoga semua yang dikerjakan ini mendapat perhatian Allah," katanya. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.