Isu Demo Jokowi End Game, Mahfud Md Minta Sampaikan Aspirasi Sesuai Prosedur

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menko Polhukam Republik Indonesia, Mahfud MD memberikan keterangan pers usai melakukan kunjungan kerja pada Jaksa Agung ST Burhanuddin di Gedung Kejaksaan Agung RI, Jakarta, Senin, 15 Maret 2021. Kunjungan kerja tersebut dilakukan untuk berkoordinasi serta membahas penanganan sejumlah kasus korupsi. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    Menko Polhukam Republik Indonesia, Mahfud MD memberikan keterangan pers usai melakukan kunjungan kerja pada Jaksa Agung ST Burhanuddin di Gedung Kejaksaan Agung RI, Jakarta, Senin, 15 Maret 2021. Kunjungan kerja tersebut dilakukan untuk berkoordinasi serta membahas penanganan sejumlah kasus korupsi. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud Md memahami bahwa tidak semua kebijakan yang dibuat pemerintah dapat diterima oleh masyarakat. Meski begitu, ia meminta agar aspirasi yang dilakukan masyarakat dilakukan dengan prosedur yang ketat, karena situasi pandemi Covid-19 ini.

    "Silakan sampaikan aspirasi yang penting semuanya punya tujuan yang sama yaitu menyelamatkan rakyat Indonesia. Aspirasi resmi tertulis melalui telepon, melalui media, dan melalui apapun yang penting semuanya ikut prosedur yang telah ditetapkan dalam rangka mencapai satu tujuan yaitu menangani Covid," kata Mahfud dalam keterangan tertulis, Jumat, 23 Juli 2021.

    Mahfud Md mengatakan tujuan pemerintah adalah menjaga keselamatan masyarakat. Pemerintah memiliki prinsip salus populi suprema lex esto, alias keselamatan rakyat sebagai hukum yang tertinggi.

    Dalam beberapa waktu belakangan, kritik terhadap pemerintah dalam menangani pandemi semakin membesar Bahkan poster seruan aksi bertajuk "Jokowi End Game" beredar di media sosial. Dalam poster yang tersebar, para pengemudi ojek online beserta masyarakat diajak turun ke lapangan untuk menolak penerapan PPKM.

    Keputusan penetapan PPKM Darurat diakui Mahfud diambil secara berat. Terdapat dilema antara sisi ekonomi dengan sisi kesehatan. Namun keputusan yang diambil ia tegaskan telah mempertimbangkan berbagai pendapat yang ada. Karena itu, Mahfud meminta masyarakat untuk tetap tenang.

    "Kepada seluruh masyarakat diharapkan untuk tetap tenang dan menjaga kondisi ketertiban dan keamanan di wilayah masing-masing. Mari jaga negara ini agar tetap menjadi kondusif sambil berusaha bersama-sama menyelesaikan berbagai persoalan terutama sekarang ini fokus persoalan kita adalah menyelesaikan Covid," kata Mahfud Md.

    Baca juga: Ajakan Aksi Jokowi End Game, PPP: Tindakan Tidak Bertanggung Jawab


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.