Luhut Klaim Kasus Covid-19 di Jakarta - Jateng - Jatim Mulai Turun

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan memberikan sambutan pada acara puncak Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia di Puncak Waringin, Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Jumat 18 Juni 2021. Kegiatan yang bertajuk

    Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan memberikan sambutan pada acara puncak Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia di Puncak Waringin, Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Jumat 18 Juni 2021. Kegiatan yang bertajuk "Kilau Digital Flobamora" itu diharapkan dapat mendukung program pemerintah untuk memulihkan ekonomi dan pariwisata nasional yang terdampak pandemi COVID-19. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan terjadi tren penurunan kasus Covid-19 yang signifikan di DKI Jakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. "Meskipun ada penurunan dibandingkan dengan minggu pertama penerapan PPKM, tren penurunan mobilitas dan aktivitas tetap harus dipertahankan," ujar Luhut, Sabtu, 24 Juli 2021. 

    Ia mengatakan tren penurunan kasus Covid-19 itu terjadi sejak minggu pertama PPKM Darurat. Luhut yang merupakan Koordinator PPKM Jawa-Bali mengungkapkan upaya mempertahankan penurunan mobilitas dan aktivitas akan mendorong penurunan kasus.

    Hal tersebut didasari pada variabel laju transmisi kasus, respons kesehatan, dan kondisi sosiologis masyarakat. Oleh karena itu, dia meminta semua kepala daerah di Jawa-Bali untuk terus memperketat dan memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai protokol kesehatan.

    Ia memaparkan tren penurunan indeks komposit yang signifikan pada wilayah DKI Jakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Kendati demikian tak ada data yang coba dipaparkan. 

    Ia mengklaim sebagian besar wilayah telah melewati puncak kasus dan mulai mengarah ke penurunan. Namun Luhut mengkhawatirkan tingginya angka kematian akibat Covid-19 yang masih harus diwaspadai.

    "Terkait Daerah Istimewa Yogyakarta, DKI Jakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Timur, saya minta buatkan laporan khusus penyebab tingginya angka kematian, berikan juga usulan upaya untuk menurunkan angka kematian tersebut," ujar Luhut.

    Co-Founder Kawal Covid-19 Elina Ciptadi mengatakan bahwa belum ada indikasi pandemi Covid-19 terkendali selama pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat atau PPKM Darurat. “Tingkat positivitas kasus masih jauh di atas 20 persen,” kata Elina kepada Tempo, Selasa, 20 Juli 2021.

    Elina menjelaskan indikator pandemi terkendali adalah positivity rate (perbandingan antara jumlah kasus positif Covid-19 dengan jumlah tes yang dilakukan) di bawah 5 persen selama setidaknya 3 pekan berturut-turut. Sementara Indonesia, kata Elina, tidak pernah mencapai angka positivity rate di bawah 5 persen. 

    Beberapa hari ini selama PPKM Darurat, Elina mengungkapkan, bahwa kasus Covid-19 turun diikuti dengan jumlah tes yang turun. “Jadi enggak bisa dibilang kasus benar-benar turun. Sementara kematian justru meningkat,” ujarnya.

    Baca juga: Kembali Merangkak Naik, Ditemukan 8.033 Kasus Covid-19 Baru Hari Ini

    FRISKI RIANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    OTT Bupati Kolaka Timur, Simak Fakta Penangkapan dan Profil Andi Merya

    Bupati Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, Andi Merya Nur, ditangkap KPK dalam OTT. Ia diduga menerima suap yang berhubungan dengan dana hibah BNPB.