Politikus PPP Nilai Demo Jokowi End Game Bisa Menjerumuskan Rakyat

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah mahasiswa Himpunan Mahasiswa Islam membakar ban dan memblokir jalan saat melakukan aksi demo di sekitar Patung Kuda, Monas, Jakarta, Selasa 10 November 2020. Dalam aksinya mahasiswa menuntut dievaluasinya kinerja Jokowi dalam memperingati hari pahlawan. TEMPO/Subekti.

    Sejumlah mahasiswa Himpunan Mahasiswa Islam membakar ban dan memblokir jalan saat melakukan aksi demo di sekitar Patung Kuda, Monas, Jakarta, Selasa 10 November 2020. Dalam aksinya mahasiswa menuntut dievaluasinya kinerja Jokowi dalam memperingati hari pahlawan. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Arsul Sani menilai ajakan unjuk rasa atau demontrasi bertajuk “Jokowi End Game” merupakan tindakan tak bertanggung jawab.

    “Setiap aktivitas mengajak masyarakat untuk demo turun ke jalan di masa pandemi Covid-19, baik untuk beroposisi atau mendukung terhadap pemerintah, adalah tindakan tidak bertanggung jawab terhadap masyarakat itu sendiri,” kata Arsul, Jumat, kemarin. 

    Arsul menyatakan ajakan yang memprovokasi atas nama rakyat tetapi membahayakan kesehatan rakyat di masa pandemi Covid-19 harus ditentang oleh elemen masyarakat yang berpikiran waras. Menurut dia, ruang untuk mengkritisi, termasuk menciptakan tagline "Jokowi End Game”, bisa dibuat. Tapi mestinya hanya ada di ruang media, baik media sosial maupun media arus utama.

    “Tetapi kalau mereka mengajak rakyat turun ke jalan beramai-ramai itu sama saja dengan menjerumuskan rakyat banyak karena potensi keterpaparan Covid-19 menjadi sangat terbuka,” ujar dia.

    PPP, lanjut Arsul, melihat bahwa pemerintah sudah mengakui varian delta dari Covid-19 ini tidak bisa dikendalikan. Oleh sebab itu, setiap ajakan untuk berkumpul dalam jumlah besar merupakan tindakan yang tidak bertanggung jawab. 

    Ia menyampaikan PPP tidak keberatan jika sikap kritis terhadap pemerintah dilakukan di ruang media. Sepanjang semuanya proporsional, bukan hoaks dan ujaran kebencian yang didasarkan pada fitnah. “Maka tidak masalah tetap mengkritik atau mengecam sikap atau kebijakan pemerintah,” kata Wakil Ketua MPR itu.

    Poster seruan aksi bertajuk “Jokowi End Game” beredar di media sosial atau medsos. Dalam poster yang tersebar, para pengemudi ojek online beserta masyarakat diajak turun ke lapangan untuk menolak penerapan PPKM. Massa diajak melakukan long march dari Glodok menuju Istana Negara pada 24 Juli 2021 atau Sabtu ini.

    Baca juga: Antisipasi Demo Jokowi End Game, Jalur Sekitar Istana Dipasang Kawat Berduri

    FRISKI RIANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.