4 Poin Dugaan Kedekatan Produsen Ivermectin PT Harsen dengan Sejumlah Pejabat

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Obat Ivermectin. shutterstock.com

    Obat Ivermectin. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Ivermectin belakangan terus menjadi perbincangan masyarakat, terutama setelah obat cacing ini dipromosikan sebagai obat untuk Covid-19. Di India, obat cacing tersebut dikeluarkan dari daftar pengobatan Covid-19.

    Kisah Ivermectin ini pun memasuki babak baru setelah Indonesia Corruption Watch mengungkap dugaan hubungan antara PT Harsen Laboratories, salah satu produsen obat Ivermectin dengan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko dan politikus PDIP Ribka Tjiptaning.

    Peneliti Korupsi Politik ICW Egi Primayogha mengatakan jejaring ini menunjukkan dugaan adanya upaya mencari keuntungan di tengah krisis pandemi lewat relasi politik.

    "Gambarannya adalah ada sebuah perusahaan mencoba mencari keuntungan dan dia menjalin relasi dengan berbagai pihak, di antaranya adalah politisi dan pejabat publik," kata Egi dalam diskusi daring, Kamis, 22 Juli 2021.

    Sebelumnya, Majalah Tempo edisi 3 Juli 2021, mengungkapkan dugaan upaya PT Harsen melobi sejumlah petinggi negara untuk meloloskan penggunaan obat cacing itu untuk Covid-19.

    Berikut ini adalah rangkuman mengenai persoalan tersebut.

    1. Bermula dari pemblokiran pabrik PT Harsen Laboratories

    Ivermectin sempat menjadi buah bibir ketika adanya pemblokiran pabrik obat cacing tersebut oleh BPOM awal bulan ini. Pemblokiran pabrik ini awalnya diketahui dari pernyataan Riyo Kristian Utomo yang disebut sebagai Direktur Marketing PT Harsen.

    Saat itu, Dia mengatakan sudah 3 hari BPOM memblokir pabrik, membuat obat buatan mereka tak bisa didistribusikan. “Sudah tiga hari, BPOM melakukan sidak dan memblokir keluar dari pabrik PT Harsen,” kata Riyo lewat keterangan tertulis, Jumat, 2 Juli 2021.

    Riyo mengatakan sidak dan pemblokiran pabrik Ivermectin sudah terjadi sejak Selasa, hingga Kamis, 1 Juli 2021. “Berhari-hari mereka nongkrong memeriksa semua faktur di pabrik, sepertinya mereka tidak ingin obat ini beredar dan dipakai untuk melawan Covid-19,” kata Riyo. Belakangan, PT Harsen melalui Image Dynamics, menyebut Riyo bukan pegawai PT Harsen.

    Kala itu, Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny Lukito mengatakan merazia pabrik karena menemukan sejumlah pelanggaran dalam proses produksi, hingga distribusi Ivermectin buatan PT Harsen, pemegang merek Ivermax 12 mg.

    Tak berselang lama, PT Harsen Laboratories menyatakan, tak pernah memberi pernyataan resmi soal pemblokiran pabriknya oleh BPOM.

    PT Harsen juga menyatakan bahwa Riyo Kristian Utomo, bukan pegawainya. “Riyo Kristian Utomo bukan karyawan PT Harsen Laboratories,” seperti dikutip dari siaran pers PT Harsen, yang diedarkan melalui Image Dynamics.

    2. Kisah PT Harsen dekati Prabowo

    Majalah Tempo edisi 3 Juli 2021 mengungkapkan dugaan upaya PT Harsen melobi sejumlah petinggi negara untuk meloloskan penggunaan obat cacing itu untuk Covid-19. Awal 2021, petinggi perusahaan itu mendatangi Kementerian Pertahanan.

    Wakil Presiden PT Harsen Sofia Koswara dalam sebuah diskusi daring pada 28 Juni 2021 mengaku bertemu dengan Benyamin Paulus Octavianus. Sofia menyebut Benyamin sebagai anggota staf khusus, sekaligus dokter pribadi Menteri Pertahanan Prabowo Subianto.

    Dalam diskusi daring yang sama, hadir anggota tim uji klinis Ivermectin, Budhi Antariksa. Dia mengaku sudah bertemu Menhan Prabowo dan berharap Ivermectin bisa mencegah petugas kesehatan dan anggota TNI tertular Covid-19. "Beliau melihat Ivermectin bisa untuk pencegahan,” kata dia dikutip dari Majalah Tempo.

    Budhi mengatakan pertemuan difasilitasi oleh koleganya sesama dokter paru, yaitu Benyamin. Pertemuan dilanjutkan dengan berdiskusi bersama pejabat di Direktorat Kesehatan pada Direktorat Jenderal Kekuatan Pertahanan soal penggunaan Ivermectin untuk obat terapi Covid-19. “Bertemu dengan Pak Prabowo lebih dulu, kelanjutannya di Dirkes Kemenhan,” kata Budhi, pada 1 Juli 2021.

    Dua orang di lingkaran Prabowo mengatakan bahwa Kemenhan mendapatkan ribuan tablet Ivermax dari PT Harsen. Adapun Benyamin mengatakan pembahasan Ivermectin hanya berlangsung di Direktorat Kesehatan Kemenhan. “Pak Menhan hanya menerima sumbangan Ivermectin,” kata anggota Dewan Pembina Partai Gerindra itu, pada 3 Juli 2021.

    3. ICW duga PT Harsen dekat dengan Moeldoko dan HKTI

    ICW menduga ada hubungan antara salah satu pejabat PT Harsen Laboratories, Sofia Koswara, dengan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko. Kendati, nama Sofia tak tertera dalam akta perusahaan PT Harsen, ICW menyebut Sofia memegang peran sentral dalam menjalin relasi dengan berbagai pihak.

    Peneliti ICW, Egi Primayogha mengatakan Sofia memiliki keterkaitan dengan Front Line Covid-19 Clinical Care (FLCCC). Dia merupakan Ketua FLCCC Indonesia. Adapun salah satu anggota FLCCC adalah Budhi Antariksa, tim uji klinis ivermectin sekaligus anggota tim dokter kepresidenan.

    Sofia juga, tutur dia, tercatat sebagai direktur dan pemilik saham PT Noorpay Perkasa. Menurut Egi, saham terbesar PT Noorpay dimiliki oleh Joanina Rachman, anak dari Kepala Staf Presiden Moeldoko. "Joanina juga sebagai tenaga khusus atau tenaga ahli di KSP," kata Egi.

    Moeldoko pun, kata Egi, ditengarai terhubung dengan Sofia Koswara melalui kerja sama Noorpay dan Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) menyangkut ekspor beras. Mantan Panglima TNI tersebut merupakan ketua umum HKTI.

    Moeldoko membantah pernyataan ICW. "Berkaitan dengan anak saya dan juga HKTI, ini tuduhan berbahaya dan ngawur karena enggak ada hubungannya sama sekali," kata Moeldoko ketika dikonfirmasi, Kamis, 22 Juli 2021. Menurut Moeldoko, HKTI sama sekali tak pernah bekerja sama dengan PT Noorpay.

    4. ICW Soroti hubungan PT Harsen dengan Ribka Tjiptaning

    ICW menyoroti hubungan PT Harsen dan politikus PDI Perjuangan Ribka Tjiptaning. Egi mengungkit nama Riyo Kristian Utomo, yang sebelumnya sempat berbicara sebagai Direktur Pemasaran PT Harsen.

    Riyo berbicara di publik ketika Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) merazia pabrik PT Harsen. Namun ketika polemik ivermectin menguat, PT Harsen mengeluarkan pernyataan bahwa Riyo bukan pengurus perusahaan. Apa yang telah disampaikan Riyo juga disebut bukan pernyataan resmi perseroan.

    "Kenapa PT Harsen harus repot-repot untuk mengklarifikasi Riyo bukan bagian dari mereka? Ternyata Riyo adalah anak kandung dari Ribka Tjiptaning, politikus PDIP dan anggota DPR," kata Egi.

    PT Harsen juga diduga pernah memberikan sumbangan sembako dan alat-alat kesehatan kepada Badan Penanggulangan Bencana (Baguna), organisasi sayap PDIP yang diketuai Ribka. Hal ini diketahui dari sebuah video amatir yang didapat ICW. "Tentu ini menimbulkan pertanyaan, bagaimana peran Ribka dalam hal ivermectin dan lebih jauh apakah ada peran PDIP," ujar Egi.

    Ribka mengatakan tidak mengenal PT Harsen. Namun, ia mengatakan kemungkinan anaknya memang mengenal perusahaan tersebut. Selain itu, Ribka mengakui Baguna pernah menerima bantuan dari perusahaan tersebut lewat anaknya pada tahun lalu. Bantuan yang diterima, kata dia, berupa face shield dan hand sanitizer.

    CAESAR AKBAR | BUDIARTI UTAMI | AJI NUGROHO

    Baca: Cerita Lobi-lobi PT Harsen Sodorkan Ivermectin ke Kemenhan dan Istana


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.