Bansos Covid Tertahan di Pemda, Puan: Bagaimana Bisa Bangun Kepercayaan Rakyat

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua DPR RI Puan Maharani saat menyampaikan pidato dalam rapat paripurna ke-17 masa persidangan V tahun 2020-2021 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, 6 Mei 2021. Rapat Paripurna tersebut beragendakan mendengarkan pidato ketua DPR RI dalam rangka pembukaan masa persidangan V tahun 2020-2021. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Ketua DPR RI Puan Maharani saat menyampaikan pidato dalam rapat paripurna ke-17 masa persidangan V tahun 2020-2021 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, 6 Mei 2021. Rapat Paripurna tersebut beragendakan mendengarkan pidato ketua DPR RI dalam rangka pembukaan masa persidangan V tahun 2020-2021. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua DPR RI Puan Maharani meminta penyaluran bansos bagi mereka yang terdampak pandemi COVID-19 segera dilakukan dan tepat sasaran. "Percuma ada beragam kebijakan bahkan pembatasan mobilitas rakyat, kalau program-program di lapangan dijalankan ala kadarnya saja, apalagi yang terkait dengan perut rakyat," kata Puan Maharani dalam keterangannya, Kamis 22 Juli 2021.

    Dia menyoroti pernyataan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati pada Rabu 21 Juli 2021 bahwa bantuan sosial untuk desa banyak tertahan di pemerintah daerah. Berdasarkan data Menkeu, bantuan yang seharusnya bisa sampai ke 8 juta keluarga di desa selama 12 bulan, baru tersalur untuk 5,2 juta keluarga.

    Dari total pagu Rp11,51 triliun, realisasi bantuan untuk warga desa ini baru tersalur Rp983 miliar. Dan dari seluruh provinsi dan kabupaten kota, baru 21 pemerintah daerah yang tercatat telah menyalurkan bantuan buat desa dengan realisasi lebih dari 50 persen alokasi hingga Juli 2021.

    "Bagaimana mau membangun kepercayaan rakyat bila pelaksanaan di lapangan seperti itu," ujar Puan.

    ADVERTISEMENT

    Puan mengingatkan, penanganan masalah kesehatan terkait COVID-19 memang penentu untuk semua kalangan bisa bergerak kembali, termasuk di ranah ekonomi.

    Dia menilai untuk penanganan COVID-19 di lini kesehatan bisa berjalan optimal, pembatasan mobilitas adalah salah satu langkah penting sambil menanti vaksinasi menjangkau 70 persen populasi.

    "Namun, pada saat yang sama, rakyat yang sebagian besar tidak punya kelonggaran finansial untuk kehidupan sehari-hari juga tetap harus dijamin kehidupannya," ujarnya.

    Karena itu menurut dia, kenapa semua bantuan yang sudah dirancang sebagai bagian dari kebijakan penanganan COVID-19 seharusnya menjadi prioritas seluruh jajaran pemerintah untuk menyampaikan tepat sasaran dan tepat momentum.

    Puan menegaskan bahwa semua kalangan berkejaran dengan waktu untuk segera mengatasi pandemi COVID-19 agar semua dapat kembali beraktivitas dan produktif.

    Baca: Ma'ruf Amin Minta Kepala Daerah Perbaiki Data Penduduk untuk Bansos Covid-19


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Ganda Putri Indonesia Masuk Semifinal Olimpiade Pertama dalam Sejarah

    Pasangan ganda putri Greysia Polii dan Apriyani Rahayu, lolos ke semifinal badminton di Olimpiade 2020. Prestasi itu jadi tonggak olahraga Indonesia.