Rektor UI Jadi Komisaris, Alumni: Ini Aib Bagi Kampus

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rektor UI Prof. Ari Kuncoro. Foto: Antara

    Rektor UI Prof. Ari Kuncoro. Foto: Antara

    TEMPO.CO, Jakarta - Sejumlah alumni menyatakan malu dengan diubahnya Statuta Universitas Indonesia yang membolehkan rektor UI rangkap jabatan sebagai komisaris. Menurut para alumni, aturan itu seperti aib untuk kampus mereka.

    “Kejadian ini merupakan aib bagi kami yang pernah menuntut ilmu di UI dan kini merupakan bagian dari masyarakat luas dan berpotensi menjadi stigma yang berkelanjutan,” seperti dikutip dari dokumen berjudul Pernyataan Keprihatinan dan Rasa Malu Alumni UI atas Kasus Rektor UI, Kamis, 22 Juli 2021.

    Sejumlah nama alumni yang menyatakan pernyataan sikap tersebut di antaranya, Ketua Dewan Mahasiswa UI 1978, Lukman Hakim; mantan Ketua Ikatan Alumni Fakultas Hukum UI, Chandra Motik; dan Ketua DM UI 1975 Dipo Alam. Pernyataan sejauh ini diteken oleh lebih dari 100 alumni UI lintas fakultas.

    Mereka menganggap revisi Statuta UI dilakukan hanya untuk kepentingan seorang rektor. Motif perubahan itu dinilai sebagai skandal hukum, moral dan akademis. Menurut para alumni, pengubahan itu hanya menjadikan kampus sebagai sekrup langsung di bawah kekuasaan. Otonomi kampus, kebebasan akademis dan otoritas ilmiah semakin jauh dengan kondisi tersebut.

    ADVERTISEMENT

    “Mekanisme penunjukan rektor, fasilitas finansial yang diberikan, menampilkan pimpinan yang tidak bertanggung jawab, jauh dari tuntutan etik yang dipanggulnya,” seperti dikutip dari pernyataan sikap.

    Karena alasan itu, sejumlah alumni menuntut agar Rektor UI diberhentikan. Mereka juga meminta Majelis Wali Amanat dibubarkan dan pihak-pihak yang terlibat untuk bertanggung jawab. Terakhir, para alumni meminta maaf kepada masyarakat atas aib yang menimpa almamater mereka.

    Sebelumnya, Rektor UI Ari Kuncoro dinilai melanggar Statuta UI karena merangkap jabatan sebagai Wakil Komisaris BRI. Ketika rangkap jabatan itu dipermasalahkan, Statuta UI justru direvisi. Rektor UI hanya dilarang menjabat sebagai direksi perusahaan.  Belakangan, Ari menyatakan mengundurkan diri dari posisi wakil komisaris.

    Baca juga: Pakar Hukum Sebut Ari Kuncoro Sudah Tak Pantas Jadi Rektor UI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Warga Tak Punya NIK Bisa Divaksinasi, Simak Caranya

    Demi mencapai target tinggi untuk vaksinasi Covid-19, Kementerian Kesehatan memutuskan warga yang tak punya NIK tetap dapat divaksin. Ini caranya...