Nurdin Abdullah Didakwa Terima Suap dan Gratifikasi Rp 12,6 Miliar

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tersangka Gubernur nonaktif Sulsel Nurdin Abdullah tiba untuk menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis, 24 Juni 2021. Nurdin menjadi tersangka terkait kasus dugaan suap perizinan dan pembangunan infrastruktur di lingkungan Pemprov Sulsel Tahun Anggaran 2020-2021.  ANTARA/Reno Esnir

    Tersangka Gubernur nonaktif Sulsel Nurdin Abdullah tiba untuk menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis, 24 Juni 2021. Nurdin menjadi tersangka terkait kasus dugaan suap perizinan dan pembangunan infrastruktur di lingkungan Pemprov Sulsel Tahun Anggaran 2020-2021. ANTARA/Reno Esnir

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi mendakwa Gubernur Sulawesi Selatan nonaktif Nurdin Abdullah menerima duit suap dan gratifikasi senilai Rp 12,6 miliar. Duit tersebut diterima dari para kontraktor.

    “Melakukan atau turut melakukan beberapa perbuatan yang ada hubungannya sedemikian rupa, sehingga dipandang sebagai perbuatan berlanjut berupa menerima hadiah atau janji,” kata Jaksa KPK, dalam sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Makassar, Kamis, 22 Juli 2021.

    Jaksa KPK mendakwa Nurdin menerima uang suap sebanyak Rp 2,5 miliar dan Sin$ 150 ribu atau setara Rp 1,5 miliar dari pemilik PT Agung Perdana Bulukumba, Agung Sucipto. Uang tersebut diterima melalui Edy Rahmat, mantan Sekretaris Dinas PUTR Sulawesi Selatan. Agung memberikan uang tersebut agar perusahaannya ditunjuk menjadi penggarap proyek di Dinas PUTR.

    Selain dari Agung, Jaksa mendakwa Nurdin menerima gratifikasi senilai Rp 6,5 miliar dan Sin$ 200 ribu atau setara Rp 2,1 miliar dari tujuh pengusaha lainnya. Kepala daerah yang pernah menerima penghargaan antikorupsi ini didakwa menerima duit itu dalam selama 2020 hingga awal 2021.

    ADVERTISEMENT

    KPK meringkus Nurdin dalam operasi tangkap tangan yang digelar pada 26 Februari 2021. Setelah penangkapan, Gubernur Sulawesi Selatan nonaktif ini membantah terlibah suap tersebut. Dia mengatakan Edy Rahmat menerima uang tanpa sepengetahuannya. “Edy melakukan transaksi tanpa sepengetahuan saya,” kata dia sebelum masuk mobil tahanan pada 28 Februari 2021.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Medali Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020, Ada Greysia / Apriyani

    Indonesia berhasil menyabet 5 medali di Olimpiade Tokyo 2020. Greysia / Apriyani merebut medali emas pertama, sekaligus terakhir, untuk Merah Putih.