Masyarakat Nabire Terima Bantuan Kapal dari KKP Awasi Konservasi Penyu

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • INFO NASIONAL – Kelompok Sadar Konservasi Penyu Kampung Makimi, Kabupaten Nabire Provinsi Papua yang aktif mendukung pelestarian Penyu, menerima bantuan Konservasi Kelompok Masyarakat Penggerak Konservasi (KOMPAK) Tahun 2021 dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Loka Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut Sorong, Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut (Ditjen PRL).

    Bantuan dengan nilai Rp 94.493.300,- berupa satu unit kapal (Longboat) untuk pengawasan, satu unit mesin tempel 15 pk, satu unit laptop, satu unit printer, lima unit pelampung, tiga unit senter kepala, dua unit aerator, dan dua unit kawat ram, sehingga kegiatan perlindungan dan pelestarian penyu di Kampung Makimi semakin baik dalam pelaksanaannya.

    Ketua Kelompok Sadar Konservasi Penyu Makimi, Antonius Yoweni menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya atas bantuan yang diberikan oleh Pemerintah melalui Loka PSPL Sorong, Kementerian Kelautan dan Perikanan. 

    “Bantuan ini menjadi penyemangat untuk kami agar terus melakukan pelestarian penyu khususnya di pantai peneluran di Kampung Makimi. Selain itu bantuan ini juga menjadi bukti bahwa pemerintah masih memperhatikan kami sebagai kelompok masyarakat penggerak konservasi di wilayah Indonesia Timur, khususnya Provinsi Papua,” ujar Antonius.

    Kelompok Sadar Konservasi Penyu Kampung Makimi selama ini melaksanakan kegiatan konservasi penyu di Pantai Makimi, Distrik Makimi dengan salah satu kegiatannya melakukan relokasi terhadap sarang yang terancam oleh abrasi maupun predator. 

    “Bantuan perahu longboat diharapkan dapat dioptimalkan pemanfaatannya untuk menunjang kegiatan kelompok melakukan pengawasan di pantai peneluran dan relokasi sarang penyu yang posisinya terancam agar lebih efektif dan efisien,” kata Kepala LPSPL Sorong Santoso Budi Widiarto harapnya.

    Kelompok Sadar Konservasi Penyu Kampung Makimi juga terus berupaya melakukan sosialisasi pelestarian penyu kepada masyarakat luas melalui program adopsi penyu.  Masyarakat bisa ikut andil dalam pelestarian penyu dengan memberikan  Rp10 ribu untuk setiap tukik yang dilepaskan ketika berkunjung ke pantai peneluran penyu Kampung Makimi. “Biaya yang diperoleh dikelola lagi oleh kelompok untuk keperluan operasional,” ujar Santoso.

    KKP telah menyalurkan bantuan kepada 12 kelompok masyarakat di Maluku, Maluku Utara, Papua dan Papua Barat dalam kurun waktu 2018-2020 dengan total nilai lebih dari Rp1 miliar.

    Plt. Dirjen Pengelolaan Ruang Laut (PRL) Hendra Yusran Siry menjelaskan pemberian bantuan ini merupakan salah satu stimulus kepada kelompok masyarakat agar lebih giat dan semangat dalam melaksanakan kegiatan konservasi dan diharapkan secara tidak langsung dapat membantu menggerakkan perekonomian di tengah pandemi Covid-19.

    “Sesuai arahan Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono ditengah keterbatasan akibat pandemi Covid-19 yang melanda negara kita, segenap jajaran di KKP harus memberikan dukungan kepada kelompok masyarakat bergerak di bidang kelautan dan perikanan,” kata Hendra.

    Pemberian bantuan ini telah melewati beberapa tahapan sesuai Keputusan Dirjen PRL Nomor 8 Tahun 2021 tentang Petunjuk Teknis Penyaluran Bantuan Konservasi Tahun 2021. Beberapa tahapan tersebut seperti tahapan pengusulan kelompok calon penerima bantuan, verifikasi dan penetapan kelompok penerima bantuan hingga monitoring dan evaluasi ketika bantuan telah diserahkan kepada kelompok masyarakat.(*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.