Ulama Minta TNI dan Polri Menyisir Warga Kelaparan Akibat PPKM Darurat

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas gabungan TNI-Polri mengalihkan arus lalu lintas pengendara di pos penyekatan pembatasan mobilitas saat PPKM Darurat di Jalan Raya Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Senin, 5 Juli 2021. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Petugas gabungan TNI-Polri mengalihkan arus lalu lintas pengendara di pos penyekatan pembatasan mobilitas saat PPKM Darurat di Jalan Raya Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Senin, 5 Juli 2021. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengasuh Pondok Pondok Pesantren API Syubbanul Wathon, Kecamatan Tegalrejo, Magelang, KH M. Yusuf Chudlori meminta TNI/Polri membentuk tim patroli yang bergerak ke kampung-kampung untuk mencari warga yang kelaparan akibat PPKM Darurat.

    "Tim ini berpatroli ke kampung-kampung mengecek warga yang lapar dan telantar atau tidak. Pasti ada juga warga yang tidak berani melapor atau tidak punya akses ke siapa pun, inilah yang harus dicari," kata Gus Yusuf, sapaan akrab Yusuf Chudlori di Magelang, Rabu, 21 Juni 2021.

    Ia mengungkapkan fenomena sosial itu dapat dijumpai terutama terjadi di kota-kota, khususnya yang menimpa warga perantauan. Karena tidak terdaftar di RT tempat tinggalnya, dan juga mungkin tidak punya saudara dan tetangga, kata Gus Yusuf, mereka akhirnya telantar.

    "Ada yang sempat minta ke saya, dia tidak punya beras sama sekali. Bayangkan bagaimana kalau warga yang tidak berani meminta atau menginformasikan kondisinya," ujarnya.

    Menurut Gus Yusuf, TNI /Polri merupakan perangkat negara yang paling lengkap sampai ke tingkat bawah dan tingkat disiplinnya tinggi. Harapannya, setiap anggota TNI/Polri dalam menjaga kamtibmas sekaligus berpatroli mencari warga yang kelaparan karena hal ini juga sejalan dengan anjuran Presiden Joko Widodo bahwa harus ada percepatan pemberian bantuan sosial ke masyarakat.

    "Berkaca pada riwayat Sayyidina Umar, bahwa pemimpin itu jangan tidur dulu sebelum rakyatnya tidur. Sayyidina Umar dulu selalu keliling tiap malam, memastikan umatnya yang belum makan. Insya Allah kalau ini dilakukan berkah, manfaat dan kita semua selamat," katanya mengenai imbas PPKM Darurat.

    Baca Juga: Jalanan Masih Ramai, Jokowi Minta Penyekatan PPKM Darurat Dievaluasi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    OTT Bupati Kolaka Timur, Simak Fakta Penangkapan dan Profil Andi Merya

    Bupati Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, Andi Merya Nur, ditangkap KPK dalam OTT. Ia diduga menerima suap yang berhubungan dengan dana hibah BNPB.