Masyarakat Diimbau Daftar JKN Saat Sehat

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • INFO NASIONAL – Kepala Puskesmas Kota Wilayah Selatan Kediri, Fathiyah Rohmah mengajak masyarakat Kota Kediri untuk segera mendaftarkan diri sebagai peserta JKN-KIS. Pasalnya, JKN-KIS dapat mengakomodir kebutuhan layanan kesehatan yang komprehensif dan berkelanjutan.

    “Layanan JKN-KIS ini bukan hanya untuk sakit berat saja. Kondisi idealnya justru peserta yang sakit ringan diberikan layanan kuratif (penyembuhan penyakit) sambil diberi edukasi dan promosi kesehatan, bahkan bisa mengarah pada deteksi dini. Kami di FKTP (Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama) harus fokus pada edukasi dan pencegahan,” ujar Fathiyah, Rabu, 21 Juli 2021.

    Fathiyah menilai, seiring meningkatnya jumlah peserta JKN-KIS, kunjungan masyarakat ke Puskesmas juga meningkat. Kondisi ini menunjukkan bahwa tingkat kesadaran masyarakat akan layanan kesehatan semakin baik. Hal ini pun menjadi kesempatan bagi FKTP dalam memenuhi kebutuhan kesehatan yang paripurna, terpadu dan bermutu.

    “Memang seharusnya FKTP menjadi first contact, tempat pertama untuk mengakses layanan kesehatan, berkonsultasi, dan menyampaikan keluhan. Dalam menyelesaikan keluhan kesehatan, FKTP lebih fokus kepada pasien, bukan penyakit yang dideritanya. Edukasi kesehatannya lebih optimal dan terfokus pada individu, semacam dokter keluarga,” kata Fathiyah.

    Sebagaimana konsep FKTP sebagai Gatekeeper layanan kesehatan, FKTP harus optimal memberikan pelayanan kesehatan sesuai kompetensinya. Apabila keluhan pasien termasuk dalam kompetensi yang dimiliki, maka FKTP diharapkan dapat menjalankan diagnosa dan tatalaksana secara mandiri dan tuntas. Upaya memilah pasien yang perlu dan tidak perlu dirujuk ini disebut penapisan.

    Pelaksanaan fungsi penapisan sendiri terkadang menghadapi kendala. Salah satunya adalah masih ditemukannya kasus pasien datang ke FKTP “hanya” untuk meminta rujukan. Paradigma yang menganggap bahwa JKN-KIS adalah asuransi yang menjamin penyakit-penyakit berat mungkin saja terlanjut kuat. Untuk itu, pihak-pihak yang berkaitan harus menguatkan edukasi dan sosialisasi.

    “Harus diluruskan agar masyarakat tidak hanya mendaftar saat sedang sakit berat saja. Dulu orang-orang berkunjung ke faskes saat sudah sakit dan tidak tahan saja, sekarang kan sakit sedikit sudah datang ke Puskesmas. Ini yang harus ditekankan, deteksi dini itu penting,” ujar Fathiya. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Negara-negera yang Sudah Melakukan Vaksinasi Anak di Bawah 12 Tahun

    Di Indonesia, vaksin Covid-19 baru diberikan ke anak usia 12 tahun ke atas. Namun beberapa negara mulai melakukan vaksinasi anak di bawah 12 tahun.