Sempat Terpapar Covid-19 Sepekan, Gibran Rakabuming Umumkan Telah Sembuh

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka dinyatakan positif Covid-19 usai menjalani tes PCR. Usai mendapatkan hasil tes PCR pada Senin, 12 Juli 2021, kini Gibran menjalani isolasi mandiri. Instagram/gibran_rakabuming

    Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka dinyatakan positif Covid-19 usai menjalani tes PCR. Usai mendapatkan hasil tes PCR pada Senin, 12 Juli 2021, kini Gibran menjalani isolasi mandiri. Instagram/gibran_rakabuming

    TEMPO.CO, Surakarta - Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka mengumumkan sudah sembuh dari COVID-19 setelah sempat terpapar selama lebih dari sepekan. Gibran mengaku telah dinyatakan negatif COVID-19 sejak dua hari yang lalu.

    "Saya udah negatif dari dua hari lalu kok. Tinggal masa pemulihan," katanya, Rabu, 21 Juli 2021.

    Pada 14 Juli 2021, Gibran mengumumkan positif terpapar Covid-19 usai menjalani tes usap PCR di Rumah Sakit Bung Karno (RSBK) Surakarta. "Hasil tes PCR saya keluar pada Senin pagi, saat ini saya sedang menjalani isolasi mandiri," katanya.

    Sebelum terpapar, ia mengatakan sering mengunjungi sejumlah lokasi rawan paparan, di antaranya rumah sakit, tempat isolasi, dan lokasi vaksinasi. Sebelum akhirnya melakukan tes usap PCR, ia sudah melakukan tes usap antigen namun hasilnya negatif.

    Saat terpapar, Gibran menyatakan dalam kondisi sehat dan tidak merasakan gejala apapun sehingga cukup menjalani isolasi mandiri. "Saat tahu positif saya langsung memisahkan diri. Alhamdulillah anak, istri, ajudan, dan driver semuanya negatif," katanya.

    Sementara itu, selama menjalani isolasi mandiri ia tetap melakukan pekerjaannya sebagai wali kota melalui sistem daring.

    Baca: Sebelum Positif Covid, Gibran Mengaku Habis Keliling di Lokasi Rawan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.