Hakim Pengadilan Militer Kasus Cebongan Letkol Faridah Faisal Menjadi Jenderal

Reporter:
Editor:

S. Dian Andryanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Hakim ketua Letkol Faridah Faisal membacakan putusan sela kepada para terdakwa kasus penyerangan Lapas Sleman di Pengadilan Militer II-11 Yogyakarta, Yogyakarta (28/6). TEMPO/Suryo Wibowo

    Hakim ketua Letkol Faridah Faisal membacakan putusan sela kepada para terdakwa kasus penyerangan Lapas Sleman di Pengadilan Militer II-11 Yogyakarta, Yogyakarta (28/6). TEMPO/Suryo Wibowo

    TEMPO.CO, Jakarta - TNI AD belum lama ini melantik jenderal perempuan dari tiga Kepala Pengadilan Militer pada 19 Juli 2021. Seorang Srikandi TNI AD tersebut bernama Faridah Faisal. Ia resmi diangkat menjadi Kepala Pengadilan Militer Tinggi (Kadilmilti) III Surabaya berdasarkan Surat Perintah Panglima TNI Nomor Sprin/1607/VII/2021. Upacara yang dipimpin Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto di Plaza Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur ini menaikkan satu pangkat Faridah yang semula kolonel menjadi Brigjen atau bintang satu.

    Pada pelantikan ini, Faridah Faisal menjadi satu-satunya perempuan pada rombongan Pati TNI AD. Sebelumnya ia sudah dipromosikan menjadi Kadilmilti III Surabaya MA berdasarkan SK Panglima TNI Nomor Kep/540/VI/2021. Promosi itu dilakukan pada 23 Juni 2021, pada awalnya ia dipromosikan sebagai Wakil Kepala Pengadilan Militer Tinggi (Wakadilmilti) III Surabaya. Kemudian, pada 2 Juli 2021, ia dilantik sebagai Kepala Pengadilan Militer Tinggi III Surabaya. 

    Sebelum mengemban amanah menjadi Kadilmilti III Surabaya MA, ia sudah pernah menduduki berbagai jabatan seperti Kepala Pengadilan Militer III-16 Makassar, bertugas di Peradilan Militer Tinggi II Jakarta, dan bertugas di Pengadilan Militer II-11 Yogyakarta. Ketika bertugas di Yogyakarta, terjadi peristiwa penembakan kepada empat tahanan lapas di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Cebongan, Sleman, Yogyakarta. Penembakan ini dilakukan oleh beberapa anggota Kopassus bersenjata.

    Saat menangani perkara tersebut, jenderal perempuan yang saat itu berpangkat Letkol Chk (K) ini mendapat mandat untuk menjadi salah satu hakim ketua pada perkara tersebut. Srikandi TNI yang pernah mengajar di UIN Sunan Kalijaga, ini memegang dan mengadili berkas kedua dari empat berkas yang ada dengan terdakwa Tri Juwanto, Anjar Rahmanto, Martinus Robert Paulus Benani, Suprapto, dan Herman Siswoyo yang putusannya dijatuhkan pada 5 September 2013. 

    JACINDA NUURUN ADDUNYAA 

    Baca: Kopassus Terdakwa Cebongan Dinilai Tekan Saksi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.