Kasus Covid-19 Masih Tinggi, Mahfud MD Tunda Sungkeman ke Ibundanya

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menko Polhukam Republik Indonesia, Mahfud MD memberikan keterangan pers usai melakukan kunjungan kerja pada Jaksa Agung ST Burhanuddin di Gedung Kejaksaan Agung RI, Jakarta, Senin, 15 Maret 2021. Kunjungan kerja tersebut dilakukan untuk berkoordinasi serta membahas penanganan sejumlah kasus korupsi. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    Menko Polhukam Republik Indonesia, Mahfud MD memberikan keterangan pers usai melakukan kunjungan kerja pada Jaksa Agung ST Burhanuddin di Gedung Kejaksaan Agung RI, Jakarta, Senin, 15 Maret 2021. Kunjungan kerja tersebut dilakukan untuk berkoordinasi serta membahas penanganan sejumlah kasus korupsi. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengungkapkan kasus Covid-19 yang masih tinggi mengakibatkan dirinya menunda sungkeman dengan ibunya dan merayakan Hari Raya Idul Adha 1442 H.

    "Dalam suasana pandemi COVID-19, kita harus kembali menunda sungkem ke ibu dan merayakan Lebaran bersama keluarga seperti dalam kondisi normal," kata Mahfud dalam akun Instagram pribadinya @mohmahfudmd, Selasa 20 Juli 2021.

    Mahfud pun melaksanakan Salat Idul Adha secara terbatas di rumah dinasnya bersama keluarga dan beberapa staf dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. "Pagi ini di rumah dinas, kami melaksanakan Salat Idul Adha secara terbatas bersama keluarga dan beberapa staf serta dilaksanakan dengan protokol kesehatan yang ketat," kata Mahfud.

    Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi ini pun berharap pandemi COVID-19 segera berlalu. "Mari kita sama-sama menjaga dengan tetap mematuhi protokol kesehatan. Mudah-mudahan Allah selalu melindungi dan memberi kesehatan bagi kita semua," kata Mahfud.

    Dalam akun YouTube Kemenko Polhukam, Mahfud mengajak masyarakat yang mampu untuk memberikan kurban demi kebaikan masyarakat. "Mari berkurban untuk kebaikan masyarakat kita dan untuk membantu kaum dhuafa," tuturnya.

    Mahfud menekankan pentingnya berkurban khususnya untuk masyarakat yang mampu. Menurut dia, berkurban memang tidak wajib bagi umat Muslim, namun menunaikan kurban bagi yang mampu bersifat sunah muakad.

    Baca juga: Idul Adha saat PPKM Darurat, Polisi Minta Publik Patuhi Panduan Kemenag


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.