Jokowi: WHO Prediksi Muncul Varian Baru Setelah Delta, Pandemi Bisa Panjang

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo meninjau vaksinasi Covid-19 bagi pelaku usaha kecil menengah di pelataran Kantor Gubernur Sulawesi Tenggara, Kendari, Rabu, 30 Juni 2021. Dalam kunjungannya di Sulewasi Tenggara, Jokowi juga dijadwalkan membuka Munas Kadin VIII di Kendari. ANTARA/BPMI Setpres

    Presiden Joko Widodo meninjau vaksinasi Covid-19 bagi pelaku usaha kecil menengah di pelataran Kantor Gubernur Sulawesi Tenggara, Kendari, Rabu, 30 Juni 2021. Dalam kunjungannya di Sulewasi Tenggara, Jokowi juga dijadwalkan membuka Munas Kadin VIII di Kendari. ANTARA/BPMI Setpres

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo mengatakan akhir pandemi Covid-19 belum bisa diprediksi. Bahkan, kata Jokowi, pandemi akan lebih panjang dari yang diperkirakan karena varian-varian baru Covid-19 diprediksi akan muncul.

    "Akhir pandemi ini belum bisa diprediksi. Setelah varian pertama, kemudian datang varian delta, tiga hari lalu WHO menyampaikan diperkirakan akan muncul lagi varian baru lagi. Dan ini akan menyebabkan pandemi lebih panjang dari yang kita perkirakan. Artinya kita butuh ketahanan napas yang panjang," ujar Jokowi dalam pengarahannya kepada Kepala Daerah se-Indonesia seperti ditayangkan di kanal YouTube Sekretariat Presiden, Senin, 19 Juli 2021.

    Untuk itu, Jokowi meminta seluruh kepala daerah fokus pada permasalahan Covid-19, baik di sisi kesehatan maupun sisi ekonomi. "Manajemen serta pengorganisasian adalah kunci. Saya minta semua mesin organisasi dijalankan dengan sebaik-baiknya," ujar Jokowi.

    Ia menyebut bahwa untuk menghadapi pandemi ini dibutuhkan kepemimpinan di lapangan yang kuat. Kepemimpinan yang dimaksudnya adalah yang menguasai lapangan serta bisa bergerak cepat dan responsif serta kuat di semua level pemerintahan, dari level atas sampai level kecamatan, tingkat kelurahan dan desa.

    Menurut Jokowi  protokol kesehatan dan vaksinasi merupakan dua kunci utama menyelesaikan pandemi Covid-19. "Kuncinya sebetulnya hanya ada dua sekarang ini. Hanya ada dua. Mempercepat vaksinasi. Sekali lagi, mempercepat vaksinasi. Yang kedua, kedisplinan protokol kesehatan utamanya masker, pakai masker," ujarnya.

    Oleh sebab itu, Jokowi meminta kepada gubernur, bupati, dan wali kota yang didukung oleh jajaran Forkopimda, betul-betul fokus dan bertanggung jawab terhadap penanganan Covid-19. "Pemerintah pusat akan memberikan dukungan," tuturnya.

    Selain mengingatkan pentingnya disiplin protokol kesehatan, ujar Jokowi, masyarakat juga perlu diedukasi tentang cara mendeteksi dini apabila mereka terpapar Covid-19. Presiden berujar bahwa masyarakat juga perlu diarahkan ke mana mereka berkonsultasi dengan dokter, hingga bagaimana cara mereka memperoleh obat.

    DEWI NURITA

    Baca Juga: Covid-19 Naik, Jokowi: Jangan Hanya Bicara Ekonomi, tapi Tidak Melihat Kesehatan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.