Ma'ruf Amin Bilang Ormas Islam Sepakat Salat Idul Adha di Rumah

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Presiden Ma'ruf Amin menjadi khotib salat Jumat di Masjid Istana Wapres, Jakarta, 12 Juni 2020. KIP Setwapres

    Wakil Presiden Ma'ruf Amin menjadi khotib salat Jumat di Masjid Istana Wapres, Jakarta, 12 Juni 2020. KIP Setwapres

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Presiden Ma'ruf Amin memimpin rapat bersama sejumlah organisasi kemasyarakatan Islam di Indonesia membahas pelaksanaan Idul Adha 1442 Hijriah di tengah pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat atau PPKM darurat. Pertemuan itu menyepakati Idul Adha kali ini akan digelar dengan menerapkan protokol kesehatan demi mencegah penyebaran Covid-19.

    "Semua sepakat bahwasannya jangan sampai penyelenggaraan Idul Adha menjadi klaster baru yang menambah semakin tingginya penularan," kata Ma'ruf dalam konferensi pers, Ahad malam, 18 Juli 2021.

    Ma'ruf mengatakan pandemi Covid-19 di Indonesia menghadapi situasi yang mengerikan. Bahkan beberapa kalangan berpendapat Indonesia telah dianggap sebagai episentrum baru Covid-19.

    Menurut Ma'ruf, kondisi ini sangat meresahkan karena penyebaran varian delta begitu cepat. Maka dari itu semua ormas Islam merasa bertanggung jawab untuk mencoba mencegah makin parahnya penularan Covid-19 di Tanah Air.

    "Untuk Idul Adha kali ini tetap melaksanakan ibadah tetapi memperhatikan protokol kesehatan, menjaga jiwa manusia, karena itu supaya dilakukan di rumah saja," ujar Ma'ruf.      

    Ma'ruf juga meminta penyembelihan hewan dilakukan di rumah-rumah pemotongan hewan, kemudian dibagikan dengan cara diantar ke rumah setiap warga. Ia mengimbuhkan, pemerintah akan menggelar takbir Idul Adha secara virtual yang juga dihadiri Presiden Joko Widodo.

    Idul Adha 1442 Hijriah akan jatuh pada Selasa mendatang, 20 Juli 2021. Adapun takbir nasional akan digelar Senin besok malam, 19 Juli 2021.

    Sejumlah ormas Islam yang mengikuti pertemuan dengan Ma'ruf di antaranya Majelis Ulama Indonesia MUI, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, Pengurus Pusat Muhammadiyah, Pimpinan Pusat Syarikat Islam, dan lainnya. Ketua Umum Syarikat Islam, Hamdan Zoelva pun membacakan pernyataan sikap bersama para pimpinan ormas Islam ini.

    Ma'ruf Amin pun berharap masyarakat mengikuti seruan ihwal pelaksanaan Idul Adha di tengah PPKM darurat ini. "Semoga mereka tahu bahwa pimpinan-pimpinan agamanya dari semua ormas telah menyepakati hal yang penting di dalam penyelenggaraan Idul Adha maupun juga dalam penyembelihan korban," kata Ma'ruf.

    Baca juga: Begini Cara Pemerintah Tingkatkan Pembatasan saat Idul Adha 2021 

    BUDIARTI UTAMI PUTRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.