Muhammadiyah Usul Dibuat Media Massa Lintas Agama

Reporter:
Editor:

Ahmad Faiz Ibnu Sani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah anggota komunitas lintas agama bergandengan tangan saat berfoto bersama disela-sela ibadah Misa Natal di Gereja Katedral, Jakarta, Rabu, 25 Desember 2019. Kedatangannya tersebut untuk silaturahmi dan mempererat hubungan antar umat beragama. ANTARA

    Sejumlah anggota komunitas lintas agama bergandengan tangan saat berfoto bersama disela-sela ibadah Misa Natal di Gereja Katedral, Jakarta, Rabu, 25 Desember 2019. Kedatangannya tersebut untuk silaturahmi dan mempererat hubungan antar umat beragama. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Mu’ti, mengusulkan agar ada media massa baru yang menjadi wadah pertemuan lintas iman. Usulan itu disampaikan dalam Sarasehan Media MUI, Rabu kemarin

    Melansir dari laman MUI, Ahad, 18 Juli 2021, Mu’ti menyebut Indonesia belum memiliki media lintas iman yang cukup. Menurut dia, belum banyak media yang dikelola bersama-sama oleh masyarakat dari berbagai latar belakang agama.

    “Selama ini interfaith masih dalam bentuk komunikasi masyarat. Misalnya ada bapak-ibu beragama Nasrani, Hindu, Budha, Konghuchu memiliki rumah masing-masing kemudian kita bertemu. Tetapi media yang dikelola bersama-sama lintas iman, itu masih kurang” ucap Mu’ti.

    Mu’ti bercerita dulu sempat ada sejenis bersama lintas iman bernama Nabil Foundation. Namun, media itu kini sudah tidak lagi terdengar kiprahnya.

    Nabil Foundation adalah yayasan nirlaba yang memiliki aktivitas memperkenalkan, menyebarluaskan, dan mengembangkan doktrin penyerbukan silang antar budaya. Dalam melaksanakan kegiatannya, selain didukung oleh Dewan Pakar, yayasan ini juga menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, baik dari kalangan perguruan tinggi dan organisasi kemasyarakatan.

    Keberadaan media lintas iman, kata Mu’ti, akan memperluas pemahaman masing-masing penganut agama. Sebab selama ini audiens media-media berbasis keagamaan cenderung homogen. 

    Menurut Mu’ti, masalah hubungan keagamaan saat ini adalah tidak terpublikasinya informasi secara lebih luas melebihi jangkauan selama ini. Kedua, mudahnya masalah sensitif di-framming dengan sudut pandang yang tidak tepat.

    Maka dari itu, ucap Mu’ti, media lintas iman diperlukan sebagai jembatan komunikasi antaragama yang efektif dan berkelanjutan. Media lintas agama diharapkan dapat menciptakan kerukunan umat beragama.

    M. RIZQI AKBAR

    Baca juga:

    Muhammadiyah Ungkap Skenario Triage Bencana Bila Kasus Covid-19 Terus Memburuk


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ini Daftar TNI-Polri yang Pernah Menjabat sebagai Plt Gubernur

    Penunjukan anggota TNI-Polri menjadi Plt Gubernur sudah sempat terjadi beberapa kali. Penunjukan itu diputuskan oleh Mendagri saat itu, Tjahjo Kumolo.