Sambut HUT ke-76 RI, Nadiem Ajak Masyarakat Ikuti Lomba Rayakan Merdekamu

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbud Ristek) Nadiem Makarim saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi X DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 15 Juni 2021. Rapat tersebut membahas rencana kerja anggaran dan rencana kerja pemerintah Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi tahun 2022. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbud Ristek) Nadiem Makarim saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi X DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 15 Juni 2021. Rapat tersebut membahas rencana kerja anggaran dan rencana kerja pemerintah Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi tahun 2022. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem Makarim menyelenggarakan lomba Rayakan Merdekamu dalam menyambut HUT ke-76 RI. “Saya mengajak adik-adik pelajar, teman-teman mahasiswa, Ibu/Bapak pendidik dan tenaga kependidikan, pelaku seni dan budaya, serta rekan-rekan media di seluruh Indonesia untuk berpartisipasi dalam lomba Rayakan Merdekamu,” kata Nadiem dalam keterangannya, Ahad, 18 Juli 2021.

    Nadiem mengatakan, Indonesia akan berusia 76 tahun. Begitu banyak tantangan yang telah dan sedang dihadapi bersama, termasuk pandemi Covid-19 saat ini. Sekarang, kata dia, adalah momen terbaik untuk memperkuat kebersamaan sebagai bangsa yang kuat karena bineka.

    Kegiatan lomba ini sepenuhnya dilakukan secara daring dan peserta dapat mengikuti dari lokasi masing-masing. Lomba yang diadakan mulai 18 Juli sampai 9 Agustus 2021 ini mengajak masyarakat untuk unjuk kebolehan dan semangat kebinekaan melalui berbagai kategori lomba. 

    Kategori 1-6 diajak untuk mengenakan busana adat atau busana dengan nuansa tradisional sambil merekam video karya kreatif bertema kebinekaan. Karya dapat berupa menyanyikan lagu, membacakan puisi, menampilkan tarian, bercerita, berpantun, dan bentuk ekspresi lainnya.

    Kategori 1 merupakan siswa TK/ PAUD/ TKLB dan sederajat. Kategori 2 adalah siswa SD/ SDLB/Sekolah Indonesia Luar Negeri (SILN) jenjang SD. Kemudian kategori 3 adalah siswa SMP/ SMPLB/ SILN jenjang SMP dan sederajat. Kategori 4 adalah siswa SMA/ SMK/ SMALB/ SMKLB/ SILN jenjang SMA dan sederajat. Kategori 5 adalah mahasiswa atau mahasiswi. Kategori 6 adalah pelaku seni dan budaya atau masyarakat umum.

    Sementara itu, kategori 7 yaitu pendidik dan tenaga kependidikan dapat berpartisipasi dalam lomba mengenakan busana adat atau busana dengan nuansa tradisional sambil mengajar dengan topik kebinekaan. Bagi kategori 8, yaitu wartawan dapat mengikuti lomba menulis artikel bertema kebinekaan.

    Penjurian akan dilakukan pada 10-16 Agustus 2021 secara berjenjang. Para juri terdiri dari perwakilan Kemendikbudristek, yaitu Pusat Penguatan Karakter sebagai penyelenggara utama lomba Rayakan Merdekamu, Biro Kerja Sama dan Humas, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, dan Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan. Selain itu sejumlah pakar, tokoh, serta pelaku seni dan budaya juga dilibatkan dalam proses penjurian.

    Sebagai acara puncak, pada 25 Agustus, Kemendikbudristek akan menghadirkan tayangan pemilihan juara pertama setiap kategori oleh Menteri Nadiem. Selain itu, juara I-III setiap kategori akan mendapatkan alat elektronik pendukung pembelajaran. 

    Adapun 10 besar finalis lomba akan mendapatkan piagam penghargaan dan ratusan peserta lomba terpilih akan berkesempatan memenangkan hadiah hiburan. 

    FRISKI RIANA

    Baca juga: Nadiem Garisbawahi Jokowi soal Pembelajaran Tatap Muka Terbatas


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.