LSI: 33,6 Persen Masyarakat Merasa Peluang Tertular Covid-19 Rendah

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas medis menyuntikan vaksin Covid-19 kepada warga secara door to door di kawasan Bogor, Jawa Barat, Rabu, 14 Juli 2021. Badan Intelijen Negara (BIN) menggelar vaksinasi Covid-19 secara door to door kepada warga di 14 provinsi dan menyasar 19.000 warga. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Petugas medis menyuntikan vaksin Covid-19 kepada warga secara door to door di kawasan Bogor, Jawa Barat, Rabu, 14 Juli 2021. Badan Intelijen Negara (BIN) menggelar vaksinasi Covid-19 secara door to door kepada warga di 14 provinsi dan menyasar 19.000 warga. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Lembaga Survei Indonesia (LSI) memaparkan 33,6 persen masyarakat merasa memiliki peluang yang rendah untuk tertular Covid-19. Sementara 40,5 persen merasa peluang terpapar Covid-19, tinggi.

    "Ini satu hal yang menarik dicermati, karena sudah 1,5 tahun lebih kita menghadapi pandemi tapi masih banyak yang merasa kecil kemungkinan tertular Covid-19. Apakah ini terkait dengan kepatuhan masyarakat atau kemauan masyarakat mematuhi protokol kesehatan atau kebijakan-kebijakan lainnya," ujar Direktur Eksekutif LSI Djayadi Hanan saat memaparkan hasil survei secara daring pada Ahad, 18 Juli 2021.

    Survei ini dilakukan dengan telepon pada 20-25 Juni dengan basis respondennya yang terpilih secara acak berdasarkan survei LSI selama 3 tahun terakhir. Ada 7.477 yang berhasil telepon, ada 1.200 responden yang berhasil diwawancarai. Margin of error dalam penelitian ini 2,88 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen. 

    Padahal, 43,6 persen masyarakat merasa Covid-19 sangat mengancam dan 48,3 persen masyarakat merasa Covid-19 cukup mengancam. Sedangkan yang merasa Covid-19 tidak banyak mengancam adalah 6,7 persen.

    Menanggapi temuan LSI, Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elistianto Dardak menilai bahwa situasi saat ini lantaran mayoritas masyarakat merasa percaya diri melakukan langkah mitigasi agar tidak tertular Covid-19.

    Sementara pada 2020, Covid-19 masih menjadi barang baru sehingga masyarakat belum mendapatkan informasi yang cukup sehingga takut jika sampai terpapar Covid-19. "Ini yang menarik karena bagaimana orang merasa bukan mengabaikan Covid-19, tapi confident terhadap kemampuannya memitigasi itu," ucap Emil Dardak dalam acara diskusi daring yang sama.

    ANDITA RAHMA

    Baca: Survei LSI: 68,6 Persen Responden Percaya Vaksin Cegah Penularan Covid-19


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.