Jokowi Minta Percepat Vaksinasi Covid-19, Begini Strategi dari Kemenkes

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas kesehatan melakukan tes swab antigen Covid-19 terhadap penumpang kapal yang baru tiba dari Pulau Sabang di Posko Pengetatan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro, Pelabuhan Penyeberangan Ulee Lheue, Banda Aceh, Aceh, Senin, 12 Juli 2021. Berdasarkan data Wordometer, Indonesia menduduki peringkat pertama urutan sementara negara di dunia dengan penambahan kasus Covid-19 harian. ANTARA/Ampelsa

    Petugas kesehatan melakukan tes swab antigen Covid-19 terhadap penumpang kapal yang baru tiba dari Pulau Sabang di Posko Pengetatan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro, Pelabuhan Penyeberangan Ulee Lheue, Banda Aceh, Aceh, Senin, 12 Juli 2021. Berdasarkan data Wordometer, Indonesia menduduki peringkat pertama urutan sementara negara di dunia dengan penambahan kasus Covid-19 harian. ANTARA/Ampelsa

    TEMPO.CO, Jakarta - Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi, menyampaikan sejumlah strategi yang dilakukan untuk mempercepat vaksinasi kepada warga. Langkah itu bagian dari merespons permintaan Presiden Jokowi yang meminta agar vaksinasi Covid-19 berjalan lebih cepat. 

    Upaya pertama adalah fokus menurunkan laju penularan atau kasus Covid-19 dan memastikan fasilitas layanan kesehatan dapat memberikan pelayanan kepada masyarakat.

    “Kalau ini sudah bisa terkendali maka kita akan akselerasi dan intensifikasi di fasyankes dan sentra vaksinasi,” kata Nadia kepada Tempo, Ahad, 18 Juli 2021.

    Salah satu akselerasinya adalah dengan menambah jam layanan dan menambah hari layanan vaksinasi Covid-19. Strategi berikutnya adalah menambah tenaga vaksinator. Kemudian membuka sentra atau pos vaksinasi dengan melibatkan swasta, TNI/Polri, BUMN, organisasi kemasyarakatan, dan organisasi keagamaan.

    Kemenkes juga akan melakukan vaksinasi Covid-19 bergerak, seperti vaksinasi keliling atau melalui Posyandu.

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi sebelumnya meminta agar program vaksinasi Covid-19 dapat dikebut di tiga provinsi, yakni Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Banten. Ia mengatakan ketiga provinsi tersebut masih rendah tingkat vaksinasinya.

    "Jawa Barat 12 persen, Jawa Tengah 14 persen, Banten 14 persen. Sehingga (bila dikebut), Jawa segera masuk ke herd immunity. Kita harapkan di Agustus akhir atau pertengahan September," katanya dalam Ratas Evaluasi PPKM Darurat, Jumat, 16 Juli 2021, yang ditayangkan dalam YouTube Sekretariat Presiden Sabtu, 17 Juli 2021.

    Jokowi mengatakan provinsi dengan tingkat vaksinasi tertinggi masih ada di Bali dengan capaian 81 persen. Di bawahnya, ada DKI Jakarta yang telah mencapai 72 persen. Bahkan Jokowi optimistis pada Agustus kekebalan kelompok alias herd immunity bisa tercipta di sana.

    Untuk mencapai target ini, Jokowi memerintahkan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin untuk segera menghabiskan stok vaksin Covid-19 yang ada atau mempercepat vaksinasi Covid-19. Jokowi mengatakan stok sisa yang ada saat ini, tak perlu lagi disimpan-simpan di daerah.

    Baca juga: Jokowi Minta Stok Vaksin Covid-19 di Daerah Dihabiskan

    FRISKI RIANA | EGI ADYATAMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.