PKS Usul Pemerintah Prioritaskan Pelayanan Ibu Hamil yang Positif Covid-19

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana ruang bersalin

    Suasana ruang bersalin "Taman Cinta" khusus pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Puskesmas Kecamatan Duren Sawit, Jakarta, Kamis, 7 Januari 2021. Ruang bersalin pertama untuk pasien Covid-19 di Jakarta tersebut difungsikan untuk pelayanan yang maksimal kepada ibu hamil yang terkonfirmasi Covid-19. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kurniasih Mufidayati meminta pelayanan bagi ibu hamil, terutama yang terkonfirmasi positif Covid-19 diprioritaskan. “Perlu prioritas perawatan bagi ibu hamil yang terkonfirmasi positif Covid-19,” kata Mufida dalam keterangannya, Ahad, 18 Juli 2021.

    Mufida mengatakan angka kematian ibu hamil dan bayi saat pandemi terus meningkat. Berdasarkan jurnal dari St. George's University of London, Mufida mengungkapkan bahwa temuan tersebut terjadi di Indonesia. Angka kematian ibu hamil di Jawa Tengah, misalnya, pada 2020 meningkat menjadi 530 dibandingkan 2019 sebanyak 416 kasus.

    Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) juga mencatat sebanyak 536 ibu hamil dinyatakan positif Covid-19 selama setahun terakhir. Dari jumlah tersebut, 3 persen di antaranya dinyatakan meninggal. Data itu dikumpulkan sejak April 2020 hingga April 2021.

    Menurut Mufida, data POGI kemungkinan besar akan meningkat pada Juni-Juli melihat banyak laporan ibu hamil meninggal karena positif Covid-19, karena tidak mendapat perawatan yang memadai. “Jika ibu hamil meninggal kita kehilangan dua nyawa. Dan ingat, satu nyawa itu amat berarti. Ini bukan sekadar deretan angka laporan angk kematian,” ujarnya.

    Anggota DPR dari Komisi Kesehatan ini menyarankan agar ada layanan khusus bagi pemeriksaan kehamilan secara rutin. Sebab, sejak pandemi, banyak ibu hamil yang enggan memeriksakan kehamilannya akibat takut tertular. 

    Selain itu, ibu hamil yang terkonfirmasi positif juga masuk kategori rentan. Sehingga, Mufida berpesan sebisa mungkin ada tempat tidur perawatan yang ditambah khusus bagi ibu hamil yang terkonfirmasi positif dan perlu mendapat perawatan.

    "Treatment bagi ibu hamil khusus harus ada dokter obgyn yang turut menangani selain tetap menyelesaikan gejala yang muncul akibat Covid-19,” katanya.

    Mufida juga meminta agar ibu hamil menjadi prioritas penerima vaksin Covid-19. Ia menegaskan pemberian vaksin untuk ibu hamil aman dilakukan dengan mitigasi dan pengawalan terus dari dokter kandungan. 

    “Vaksin adalah ikhtiar untuk melindungi ibu hamil selama pandemi. Jangan lupakan pemeriksaan rutin bagi kandungan. Dokter kandungan harus memberi jaminan aman dengan prokes yang ketat," kata politikus PKS ini.

    Baca juga: Bupati Gowa Janji Hukum Berat Satpol PP yang Diduga Pukul Ibu Hamil saat Razia

    FRISKI RIANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.