Kasus Covid-19 Masih Tinggi, Yogya Akan Pakai Gedung Sekolah Jadi Tempat Isolasi

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Walikota Yogya Heroe Poerwadi (kanan) menyerahkan stiker tanda verifikasi kelayakan operasional bagi hotel hotel yang dinilai telah patuh menerapkan protokol Covid-19 di lokasi usahanya. TEMPO/Pribadi Wicaksono

    Wakil Walikota Yogya Heroe Poerwadi (kanan) menyerahkan stiker tanda verifikasi kelayakan operasional bagi hotel hotel yang dinilai telah patuh menerapkan protokol Covid-19 di lokasi usahanya. TEMPO/Pribadi Wicaksono

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Satgas Penanganan COVID-19 Yogyakarta memanfaatkan rusunawa, hotel hingga gedung sekolah untuk tempat isolasi. Gedung sekolah yang akan digunakan tempat karantina ini nantinya diusulkan dari kelurahan.

    Pada tahap pertama, Gedung sekolah khususnya SD akan digunakan untuk karantina keluarga pasien COVID-19 yang dalam kondisi sehat namun di rumah tersebut terdapat pasien yang menjalani isolasi. “Dipisahkan antara yang sehat dan sakit supaya tidak terjadi penularan dalam keluarga. Keluarga yang sehat ditempatkan sementara di gedung sekolah namun tetap diminta menjalani protokol kesehatan ketat,” kata Ketua Satgas Covid-19 Yogya Heroe Poerwadi Sabtu 17 Juli 2021.

    Meskipun demikian, Heroe menyebut, tidak semua gedung sekolah memenuhi syarat untuk dijadikan tempat karantina. “Ada beberapa pertimbangan, misalnya halamannya harus cukup luas,” katanya.

    Ada 2 rusunawa yang digunakan sebagai tempat isolasi yaitu Rusunawa Gemawang dan Rusunawa Tegalrejo. Rusunawa Gemawang memastikan pelayanan untuk pasien akan optimal.

    “Akan ada tim PSC 119 yang selalu standby. Pengantaran pasien ke shelter pun dilakukan oleh tenaga kesehatan dari puskesmas,” katanya.

    Menurut dia, shelter tersebut akan digunakan untuk kebutuhan isolasi bagi pasien terkonfirmasi positif dengan gejala ringan dan tidak memiliki tempat yang memadai untuk melakukan isolasi mandiri di rumah.

    Sebelumnya, Rusunawa Gemawang tersebut diproyeksikan dapat menampung 34 pasien namun kemudian kapasitasnya diturunkan menjadi 32 pasien karena salah satu unit digunakan untuk kebutuhan kantor atau administrasi. Rusunawa Tegalrejo berkapasitas 84 pasien sudah diaktifkan sejak September 2020.

    Sejumlah hotel di Kota Yogyakarta juga sudah membuka layanan untuk kebutuhan isolasi pasien Covid-19 terkonfirmasi positif tanpa gejala. Terdapat tiga hotel di Kota Yogyakarta yang membuka fasilitas isolasi dan satu hotel untuk karantina.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.