Menkes Budi Gunadi Laporkan Kebutuhan Oksigen Naik Jadi 2 Ribu Ton Per Hari

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga membawa tabung oksigen di tengah lonjakan kasus Covid-19, di kawasan Manggarai, Jakarta, Rabu, 14 Juli 2021. Adapun pasien sembuh bertambah 17.762 orang, sehingga totalnya kini menjadi 2.157.363. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    Warga membawa tabung oksigen di tengah lonjakan kasus Covid-19, di kawasan Manggarai, Jakarta, Rabu, 14 Juli 2021. Adapun pasien sembuh bertambah 17.762 orang, sehingga totalnya kini menjadi 2.157.363. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan kebutuhan oksigen bagi pasien Covid-19 terus meningkat. Hal ini seiring lonjakan kasus Covid-19 di Indonesia yang sudah terjadi sejak hampir sebulan terakhir.

    "Dari sisi oksigen kami juga update kabinet bahwa kebutuhan oksigen meningkat sangat pesat, sebelumnya 400 ton sehari, naik jadi 2 ribu ton per hari," kata Budi dalam konferensi pers virtual usai rapat terbatas bersama Presiden Joko Widodo, Jumat, 16 Juli 2021.

    Untuk menanggulangi hal ini, Budi mengatakan Kemenkes menerapkan strategi pemenuhan supply dengan cara menggunakan kapasitas berlebih atau excess capacity dari pabrik atau industri dalam negeri, lewat kerja sama dengan Kementerian Perindustrian.

    "Ada 240-250 ton per hari excess capacity yang bisa digunakan dari industri dalam negeri," kata Budi.

    Selain itu, Budi juga mengatakan Kemenkes tengah mencoba membangun strategi alat oxygen concentrator. Alat ini berbentuk kecil dan membutuhkan tenaga listrik yang kecil.

    Budi meyakinkan alat ini bisa dipasang di rumah atau tempat tidur rumah sakit untuk suplai oksigen dengan kapasitas 10 liter per menit. Jumlah ini ia sebut cukup bagi pasien Covid-19 yang menjalani isolasi.

    "Pemerintah berencana untuk membeli sekitar 20-30 ribu oxygen concentrator yang bisa menyediakan sekitar 600 ton per hari oksigen untuk rumah sakit dan bisa kita pinjamkan ke rakyat membutuhkan," kata Budi Gunadi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.