Stok Vaksin di Payakumbuh Habis, Pasokan dari Jakarta Baru Tiba Pekan Depan

Reporter:
Editor:

Iqbal Muhtarom

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga menerima vaksin Covid-19 dalam Vaksinasi Massal di lapangan parkir kantor Kecamatan Parung, Kabupaten Bogor, Rabu, 14 Juli 2021. Vaksinasi massal tersebut diperuntukkan warga sekitar dengan batas minimal usia 18 tahun. TEMPO/Nurdiansah

    Warga menerima vaksin Covid-19 dalam Vaksinasi Massal di lapangan parkir kantor Kecamatan Parung, Kabupaten Bogor, Rabu, 14 Juli 2021. Vaksinasi massal tersebut diperuntukkan warga sekitar dengan batas minimal usia 18 tahun. TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Jakarta - Seluruh stok vaksin Covid-19 di Payakumbuh, Sumatra Barat telah habis disalurkan kepada puluhan ribu masyarakat. Untuk mengatasi masalah tersebut, Dinas Kesehatan atau Dinkes Kota Payakumbuh terpaksa meminta vaksin dari luar. Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinkes Kota Payakumbuh, Bakhrizal pada Selasa, 13 Juli 2021.

    Seperti dilansir dari Langgam.id, Bakhrizal mengatakan, habisnya stok vaksin ini lantaran banyak masyarakat Payakumbuh yang antusias mengikuti program gebyar vaksinasi Covid-19. Gebyar vaksinasi Covid-19 ini juga diikuti masyarakat dari Kabupaten Limapuluh Kota. Hal ini lantaran sebagian besar mereka beraktivitas dan bekerja di Payakumbuh. Bahkan dalam satu hari, Dinkes Kota Payakumbuh berhasil menyalurkan sebanyak 1.000 dosis vaksin.

    “Kita terpaksa meminjam vaksin ke provinsi dan kota/kabupaten lainnya untuk memenuhi permintaan masyarakat,” ungkap Bakhrizal, dikutip Tempo dari Teras.ID Jumat, 16 Juli 2021

    Bakhrizal mengungkapkan, sejauh ini sekitar 28.810 dosis atau suntikan vaksin telah disalurkan ke lapisan masyarakat. Jumlah tersebut masih jauh dari total keseluruhan yang dibutuhkan masyarakat yaitu sekitar 240 ribu dosis yang diperuntukkan bagi 100 ribu lebih orang di Payakumbuh. Total keseluruhan tersebut menurut Bakhrizal sudah termasuk masyarakat usia 12 tahun ke atas.

    “Itu angka kebutuhan vaksin untuk diberikan kepada warga kita, termasuk bagi yang berusia 12 tahun keatas karena sudah dibolehkan ikut vaksin oleh pemerintah,” katanya.

    Wali Kota Riza Falepi meminta maaf atas habisnya stok vaksin di Ppayakumbuh. Riza menjelaskan saat ini sudah lebih dari 28 ribu dosis tersalurkan di Payakumbuh dan masih ada kebutuhan sekitar lebih dari 200 ribu dosis lagi.

    “Silahkan marah kepada saya, tidak apa-apa. Memang saat ini vaksinnya belum datang karena sudah habis,” ucap Riza.

    Ia mengatakan, bahwa Pemko Payakumbuh sudah meminta tambahan vaksin kepada Menteri Kesehatan RI melalui Pemprov Sumbar. “Sudah dijanjikan tapi belum datang. Mudah-mudahan kiriman tambahan vaksin datang lagi minggu depan, mari kita menunggu,” ujar Riza.

    Kekurangan jumlah ketersediaan stok vaksin di Payakumbuh juga dialami oleh sejumlah kabupaten maupun kota di Sumatra Barat atau Sumbar. Dilansir dari laman resmi Pemerintah Provinsi Sumbar, hal ini terungkap dalam rapat koordinasi PPKM Darurat secara daring, yang dipimpin Wakil Gubernur Sumbar Audy Joinaldy, Senin, 12 Juli 2021.

    Sejumlah daerah yang menyampaikan keluhan kekurangan vaksin di antaranya Kabupaten Pasaman, Kota Payakumbuh dan Kabupaten Limapuluh Kota. Bahkan Walikota Kota Payakumbuh, Riza Falepi melaporkan bahwa stok vaksin di wilayahnya telah kosong. Padahal menurut Riza, Payakumbuh telah dijanjikan penambahan 1.000 dosis vaksin, namun belum terealisasikan.

    “Saat ini kami dapat pinjaman vaksin dari pihak TNI,” ungkap Riza.

    Menanggapi hal ini, Wagub Sumbar kemudian menginstruksikan Kepala Dinkes Sumbar untuk mengirim sebanyak 1.000 dosis vaksin Covid-19 ke Payakumbuh. “Provinsi Sumbar hari ini dikirimkan vaksin 6400 dosis. Mudah-mudahan hari ini sampai. Sisa vaksin kita hari ini ada 2 ribu, tolong pak Kadis yang seribu dikirim ke Payakumbuh,” kata Audy.

    HENDRIK KHOIRUL MUHID

    #Jagajarak

    #Pakaimasker

    #Cucitangan

    Baca juga: Layanan Vaksin Covid-19 Mulai Tersedia di 12 Terminal Bus Antarkota


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.