Polres Karawang Tunggu Hasil Laboratorium di Kasus Viral Vaksin Covid-19 Kosong

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang siswa mendapatkan vaksinasi Covid-19 di SMA 38 Jakarta, Kamis, 15 Juli 2021. Sementara capaian vaksinasi pertama untuk usia 12-17 tahun di Jakarta telah mencapai 18,1 persen. ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

    Seorang siswa mendapatkan vaksinasi Covid-19 di SMA 38 Jakarta, Kamis, 15 Juli 2021. Sementara capaian vaksinasi pertama untuk usia 12-17 tahun di Jakarta telah mencapai 18,1 persen. ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepolisian Resor (Polres) Karawang masih menunggu hasil laboratorium atas pengecekan darah penerima vaksin Covid-19 di kasus viral keganjilan proses penyuntikan di salah satu Puskesmas di Karawang, Jawa Barat. Kasatreskrim Polres Karawang AKP Oliestha Ageng Wicaksana menyatakan kepolisian masih terus mendalami peristiwa keganjilan proses penyuntikan vaksinasi Covid-19 itu.

    Sebelumnya, sebuah video yang merekam proses vaksinasi di Puskesmas Wadas, Telukjambe Timur, Karawang viral di media sosial. Video itu merekam seorang petugas kesehatan yang diduga menyuntikkan vaksin Covid-19 ke seorang warga tanpa ditekan flunger suntikkannya.

    Selain menunggu hasil laboratorium pengecekan darah penerima vaksin, kepolisian Karawang sudah memeriksa 12 saksi, termasuk vaksinator dan penerima vaksin Covid-19. Selain itu, ada juga saksi ahli yang dimintai keterangan untuk mendalami perkara. Mereka adalah ahli vaksin, ahli teknologi informasi, dan ahli bilogi molekuler.

    "Totalnya, sudah ada 12 orang yang dimintai keterangan terkait perkara ini," ujar Oliestha. Tak hanya itu, kepolisian juga tengah mendalami penyebar dan pengunggah video di kasus video viral penyuntikan vaksin Covid-19.

    Baca juga: 1,1 Juta Vaksin AstraZeneca Bantuan Jepang Tiba Lagi Malam Ini


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada, Penyakit Yang Terabaikan Saat Pandemi Covid-19

    Wabah Covid-19 membuat perhatian kita teralihkan dari berbagai penyakit berbahaya lain. Sejumlah penyakit endemi di Indonesia tetap perlu diwaspadai.