Heboh Ucapan Risma, Ini Deretan Kasus Dugaan Rasisme Pada Masyarakat Papua

Reporter:
Editor:

Ahmad Faiz Ibnu Sani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Massa melakukan aksi damai dengan tagar PapuanLivesMatter di depan kantor Mahkamah Agung, Jakarta, Senin, 15 Juni 2020. Tujuh pemuda Papua tersebut didakwa makar di Pengadilan Negeri Balikpapan karena aksi demonstrasi di Jayapura pada tahun lalu memprotes insiden rasisme di Surabaya. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Massa melakukan aksi damai dengan tagar PapuanLivesMatter di depan kantor Mahkamah Agung, Jakarta, Senin, 15 Juni 2020. Tujuh pemuda Papua tersebut didakwa makar di Pengadilan Negeri Balikpapan karena aksi demonstrasi di Jayapura pada tahun lalu memprotes insiden rasisme di Surabaya. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Sosial Tri Rismaharini menjadi sorotan setelah mengancam ASN di kementeriannya yang tak cekatan dalam bekerja untuk dimutasi ke Papua. Sejumlah pihak menilai ucapan Risma bernada rasis terhadap rakyat Papua.

    Koordinator Antirasisme, Michael Himan, menyatakan kalimat Risma seakan merendahkan orang Papua. "Papua bukan tempat pembuangan manusia yang kurang berkompeten. Pernyataan tersebut terkesan merendahkan orang Papua dan meresahkan masyarakat Papua," katanya dalam keterangan tertulis, Rabu, 14 Juli 2021.

    Bukan kali ini ucapan bernada rasis tertuju kepada masyarakat Papua. Pada Juli 2016, Asrama Kamasan I Papua di di Yogyakarta dikepung oleh sejumlah organisasi masyarakat dan kepolisian. Sejumlah mahasiswa ditangkap. Selain itu, menurut laporan Komnas HAM, ditemukan kekerasan verbal yang mengandung unsur rasisme saat pengepungan terjadi.

    Politikus Partai Hanura yang juga relawan pemenangan Presiden Jokowi di pemilihan presiden, Ambroncius Nababan, melontarkan ucapan rasisme terhadap eks Komisioner Komnas HAM yang juga warga Papua, Natalius Pigai, pada Januari 2021. Polisi menetapkan Ambroncius sebagai tersangka.

    Rasisme pada masyarakat Papua terjadi pula di Surabaya pada 16 Agustus 2019 saat ditemukan bendera merah putih diselokan depan asrma mahasiswa. Tanpa ada investigasi, sejumlah organisasi masyarakat dan aparat mengepung asrama dan melontarkan kata-kata bernada rasisme. Peristiwa ini berbuntut pada unjuk rasa besar di sejumlah daerah di Papua dan Papua Barat.

    TEGUH ARIF ROMADHON

    Baca juga:

    Soal ASN Dipindah ke Papua, Koordinator Antirasisme: Risma Harus Minta Maaf


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.