Tikus Jadi Penyebab Gagal Panen, Petani Aceh Barat Daya Perlu Bentengi Diri dengan AUTP

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tikus Jadi Penyebab Gagal Panen, Petani Aceh Barat Daya Perlu Bentengi Diri dengan AUTP

    Tikus Jadi Penyebab Gagal Panen, Petani Aceh Barat Daya Perlu Bentengi Diri dengan AUTP

    INFO NASIONAL - Sedikitnya delapan hektar tanaman padi di Desa Tengah dan Desa Padang, Kecamatan Manggeng, Aceh Barat Daya alami gagal panen akibat meningkatnya serangan hama tikus saat tanaman padi tengah mengeluarkan malai. Atas hal tersebut, Kementerian Pertanian menyarankan petani untuk mengikuti program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) atau asuransi pertanian. 

    Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menjelaskan, AUTP merupakan program proteksi bagi petani agar mereka tak mengalami kerugian ketika gagal panen. Dengan AUTP, petani yang mengalami gagal panen akan mendapat pertanggungan dari asuransi yang diikutinya.

    "Jadi, petani tak perlu merasa khawatir karena mereka mendapat pertanggungan ketika terjadi gagal panen. AUTP ini proteksi bagi petani agar mereka tetap dapat melangsungkan budidaya pertaniannya," kata Mentan Syahrul.

    Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan, Ali Jamil menambahkan, dengan mengikuti program AUTP, petani yang mengalami gagal panen akan mendapat pertanggungan sebesar Rp 6 juta per hektar per musim. "Dengan pertanggungan itu petani memiliki modal lagi untuk memulai kembali budidaya pertanian mereka. Sehingga, gagal panen yang dialaminya tak membuat petani menjadi rugi," kata Ali.

    Di sisi lain, AUTP juga program yang dirancang agar tingkat produktivitas petani tetap terjaga. Produktivitas merupakan target penting untuk mewujudkan ketahanan pangan nasional. "Program AUTP ini sejalan dengan tujuan pembangunan pertanian nasional yakni menyediakan pangan bagi seluruh rakyat, meningkatkan kesejahteraan petani dan menggenjot ekspor," papar Ali.

    Direktur Pembiayaan Ditjen PSP Kementan, Indah Megahwati merinci teknis bagi petani agar bisa mengikuti program AUTP ini. Lanjutnya, petani harus tergabung terlebih dahulu dengan kelompok tani. "Lalu mendaftarkan lahan yang akan mereka asuransikan sebelum berumur 30 hari," katanya.

    Mengenai pembiayaan, Indah menyebut petani cukup membayar premi sebesar Rp 36 ribu per hektar per musim tanam dari premi AUTP sebesar Rp 180 ribu per hektar per musim tanam. "Sisanya sebesar Rp 144 ribu disubsidi pemerintah melalui APBN. Ada banyak manfaat dari program AUTP ini yang tentunya dengan biaya ringan," jelas Indah. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.