Pasien Covid-19 di Yogyakarta Membludak, UGM dan UII Buka Shelter Baru

Reporter:
Editor:

S. Dian Andryanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Universitas Gadjah Mada (UGM). Shutterstock

    Ilustrasi Universitas Gadjah Mada (UGM). Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Menanggapi lonjakan kasus positif pasien Covid-19 di Yogyakarta, pemerintah menambah jumlah shelter untuk masyarakat. Shelter ini digunakan bagi para pasien Covid-19 untuk melakukan isolasi setelah terpapar Covid-19.

    Isolasi pasien Covid-19 ini diutamakan bagi pasien yang tidak memungkinkan untuk melakukan isolasi mandiri (isoman) di rumah dan merupakan pasien tanpa gejala (OTG) yang telah dirujuk oleh puskesmas di wilayahnya. 

    Shelter Covid-19 ini tersebar di seluruh penjuru Provinsi Yogyakarta. Shelter ini memanfaatkan infrastruktur milik pemerintah daerah seperti bangunan, gedung kelurahan dan kapanewon, sekolahan, dan Balai Diklat Kementerian Sosial Yogyakarta. Selain bangunan dari pemerintah, terdapat bangunan lain yang dimanfaatkan, seperti rumah susun sederhana sewa (rusunawa) dan bangunan milik universitas.

    Shelter di Yogyakarta awalnya berada di Kelurahan Bener lalu diekspansi karena lonjakan kasus positif dan kapasitas shelter membludak. Sampai awal 6 Juli 2021, sudah diaktifkan 77 shelter dengan memaksimalkan pemanfaatan balai Rukun Tetangga, balai Rukun Kampung (RK), gedung pertemuan tingkat kecamatan.

    Universitas juga turut membantu dalam membuka shelter seperti UGM dan UII. UGM, pada Rabu, 14 Juli 2021 membuka shelter baru di Wisma Kagama dan University Club (UC) Hotel. Shelter ini diperuntukan bagi penderita Covid-19 rujukan Rumah Sakit Sardjito (RSS) dan RSA (Rumah Sakit Akademik) UGM.

    Sebelumnya UGM telah membuka gedung-gedungnya untuk dijadikan shelter, antara lain gedung asrama mahasiswa, Mardliyah Islamic Center (MIC) UGM, Pusat Inovasi Agroteknologi (PIAT) UGM, Wanagama, dan asrama Laboratorium Geologi di Bayat, Klaten. 

    Selain UGM, UII juga membuka shelter sejak 14 Juni 2021, berlokasi di Rusunawa di Kampus Terpadu UII.

    Isolasi pasien Covid-19 di shelter akan mendapat fasilitas berupa vitamin, makan tiga kali sehari, dan alat mandi. Warga yang ingin melakukan isolasi di shelter cukup membawa bukti positif dengan swab antigen atau PCR dan fotokopi KTP.

    JACINDA NUURUN ADDUNYAA 

    Baca: Pemerintah Siapkan Pembangunan RS Lapangan Darurat Covid-19, ini Lokasinya

    #Jagajarak

    #Pakaimasker

    #Cucitangan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.