Panglima TNI Jelaskan Alur Distribusi Obat Covid-19 Gratis Bagi Pasien Isoman

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto (tengah) memberikan keterangan terkait perkembangan operasi pencarian KRI Nanggala 402 saat konferensi pers di Lanud I Gusti Ngurah Rai, Badung, Bali, Ahad, 25 April 2021. Kapal Selam tersebut ditemukan di kedalaman 839 meter dan 53 awak kapalnya dinyatakan gugur di perairan utara Bali. ANTARA/Fikri Yusuf

    Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto (tengah) memberikan keterangan terkait perkembangan operasi pencarian KRI Nanggala 402 saat konferensi pers di Lanud I Gusti Ngurah Rai, Badung, Bali, Ahad, 25 April 2021. Kapal Selam tersebut ditemukan di kedalaman 839 meter dan 53 awak kapalnya dinyatakan gugur di perairan utara Bali. ANTARA/Fikri Yusuf

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi telah memerintahkan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengkoordinasikan pendistribusian paket obat Covid-19 gratis berupa vitamin dan obat-obatan untuk masyarakat yang menjalani isolasi mandiri di Jawa dan Bali. Hadi mengatakan bahwa pihaknya akan memastikan penyaluran paket obat tersebut sampai tepat sasaran.

    Sebanyak 300 ribu paket obat-obatan akan diberikan kepada masyarakat yang sedang melaksanakan isolasi mandiri baik orang tanpa gejala (OTG) maupun orang dengan gejala (ODG) ringan.

    “Tentunya dalam pendistribusian 300 ribu paket tahap pertama ini, para Babinsa akan didampingi oleh petugas dari puskesmas maupun bidan-bidan desa di wilayah tersebut,” ujar Panglima TNI Hadi lewat keterangannya, Kamis, 15 Juli 2021.

    Untuk memastikan bahwa pendistribusian obat isoman berjalan dengan baik tanpa adanya penyelewengan, pihak TNI akan melakukan koordinasi dengan petugas puskesmas, pemerintah daerah, dinas kesehatan, dan jajaran kepolisian. Bantuan obat isoman akan diberikan kepada masyarakat yang telah memenuhi persyaratan yang berlaku dari pihak puskesmas.

    “Tentunya akan diawasi oleh kesehatan Kodam, kemudian Kodim, dan Koramil, dan para Babinsa ini juga akan didampingi oleh petugas dari puskesmas maupun bidan desa yang memiliki daftar siapa yang sedang melaksanakan isolasi mandiri tersebut,” ujar Hadi.

    Pembagian obat gratis akan disesuaikan dengan data yang dimiliki oleh puskesmas dengan persyaratan yang sudah ditentukan oleh puskesmas, di antaranya hasil swab dan memang masyarakat tersebut harus melaksanakan isolasi mandiri.

    Selanjutnya, penyimpanan paket obat akan ditempatkan di Kodim untuk memastikan adanya pengawasan pendataan berjalan dengan baik. Babinsa akan memberikan paket obat tersebut kepada masyarakat melalui pihak bidan desa dan puskesmas sekitar.

    “Saya imbau kepada masyarakat yang ada di desa, RT, RW, apabila memang ingin mendapatkan obat tersebut silakan langsung menyampaikan kepada bidan desa,” ujar Hadi.

    Ada tiga paket obat yang dibagikan, yakni; Paket 1 khusus pasien Covid-19 tanpa gejala, Paket 2 bagi yang bergejala ringan, sementara untuk Paket 3 akan diberikan bagi yang bergejala sedang. Setiap paket diberikan untuk jangka waktu 7 hari. Untuk paket 2 dan 3 harus dengan konsultasi dan resep dari dokter.

    DEWI NURITA

    Baca juga: Luhut: Kita Tak Berharap 100 Ribu Kasus, tapi Sudah Dirancang Kalau Terjadi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.