3 Indikator yang Dipakai Luhut Melihat Penurunan Mobilitas saat PPKM Darurat

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan (tengah) bersama Ketua KPK Firli Bahuri menjawab pertanyaan awak media usai menghadiri peluncuran Aksi Pencegahan Korupsi Stranas PK 2021-2022, di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa, 13 April 2021. Stranas PK (Strategi Nasional Pencegahan Korupsi) adalah arah kebijakan nasional yang memuat fokus dan sasaran pencegahan korupsi yang digunakan sebagai acuan K/L, Pemda dan stakeholder dalam melaksanakan aksi pencegahan korupsi di Indonesia. ANTARA/Dhemas Reviyanto

    Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan (tengah) bersama Ketua KPK Firli Bahuri menjawab pertanyaan awak media usai menghadiri peluncuran Aksi Pencegahan Korupsi Stranas PK 2021-2022, di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa, 13 April 2021. Stranas PK (Strategi Nasional Pencegahan Korupsi) adalah arah kebijakan nasional yang memuat fokus dan sasaran pencegahan korupsi yang digunakan sebagai acuan K/L, Pemda dan stakeholder dalam melaksanakan aksi pencegahan korupsi di Indonesia. ANTARA/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan terdapat penurunan mobilitas masyarakat selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM Darurat Jawa-Bali. “Cukup membaik saya kira,” kata Luhut dalam konferensi pers, Kamis, 15 Juli 2021.

    Luhut menjelaskan ada 3 indikator yang digunakan pemerintah dalam melihat penurunan mobilitas masyarakat. Ketiga indikator digabung menjadi 1 indikator komposit, yaitu Facebook Mobility, Google Traffic, dan intensitas cahaya di malam hari dari NASA/NOAA.

    Facebook Mobility mengukur aktivitas dan pergerakan penggunanya berdasarkan lokasi GPS dan jaringan telekomunikasi yang terhubung pada perangkat yang dugunakan untuk mengakses aplikasi. Data ini menggambarkan pergerakan orang antarwilayah maupun di dalam wilayah administrasi tertentu, hingga ke tingkat komunal.

    Sementara Google Traffic mengukur aktivitas dan pergerakan lalu lintas masyarakat. Untuk setiap kabupaten/kota terdapat empat ruas jalan dari dan ke pusat kota yang dimonitor tingkat kepadatannya.

    Sedangkan intensitas cahaya di malam hari dari NASA/NOAA mengukur aktivitas dan pergerakan masyarakat pada malam hari melalui intensitas cahaya. Data berupa gambar pencitraan dari satelit NASA/NOAA.

    Menurut Luhut, ketiga indikator tersebut dipilih karena memenuhi dua elemen penting dalam pengawasan pembatasan aktivitas dan pergerakan masyarakat selama PPKM Darurat, yaitu timeliness dan locality. “Seluruh indikator yang dipakai dapat mencerminkan aktivitas dan pergerakan masyarakat di level kabupaten/kota dengan lag yang relatif rendah,” ujarnya.

    Luhut menerangkan, indeks mobilitas gabungan pada periode PPKM Darurat ini kemudian dibandingkan dengan periode baseline, yaitu 24 Mei-6 Juni 2021. Analisis tambahan dilakukan dengan menggunakan data Google Mobility.

    Di Yogyakarta, misalnya, Luhut mengatakan intensitas cahaya lampu di malam hari sudah menunjukkan turunnya aktivitas masyarakat di malam hari. Dari data yang ia tampilkan per 14 Juli, mobilitas keseluruhan turun hingga minus 18 persen.

    Pada Google Mobility Yogyakarta juga menunjukkan mobilitas masyarakat di kawasan perumahan meningkat, sementara turun tajam di tempat kerja, pusat pertokoan dan wisata.

    Di Bali, Google Traffic dan Facebook Mobility menunjukkan mobilitas masyarakat yang turun tajam. Mobilitas keseluruhan per 14 Juli tercatat minus 13,2 persen.

    FRISKI RIANA

    Baca juga: 10 Hari PPKM Darurat, Pemerintah Sebut Ada Penurunan Mobilitas di 3 Provinsi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    OTT Bupati Kolaka Timur, Simak Fakta Penangkapan dan Profil Andi Merya

    Bupati Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, Andi Merya Nur, ditangkap KPK dalam OTT. Ia diduga menerima suap yang berhubungan dengan dana hibah BNPB.