Eks Menteri KKP Edhy Prabowo akan Divonis Hari Ini

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Raut terdakwa kasus suap izin ekspor benih lobster, Edhy Prabowo setelah menjalani sidang di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Selasa, 29 Juni 2021. Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan tersebut dituntut pidana 5 tahun penjara. TEMPO/Imam Sukamto

    Raut terdakwa kasus suap izin ekspor benih lobster, Edhy Prabowo setelah menjalani sidang di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Selasa, 29 Juni 2021. Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan tersebut dituntut pidana 5 tahun penjara. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo akan menjalani sidang pembacaan vonis dalam kasus suap ekspor benih lobster. Sidang akan digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, hari ini.

    “Sesuai jadwal persidangan adalah pembacaan putusan majelis hakim atas perkara dengan terdakwa Edhy Prabowo,” kata pelaksana tugas juru bicara Komisi Pemberantasan Korupsi, Ipi Maryati lewat keterangan tertulis, Kamis, 15 Juli 2021.

    Ipi mengatakan KPK berharap majelis hakim akan memutus Edhy Prabowo bersalah. KPK, kata dia, juga berharap majelis hakim menimbang seluruh fakta hukum seperti tertulis dalam analisis yuridis jaksa dalam tuntutan.

    Jaksa KPK sebelumnya menuntut Edhy Prabowo dihukum 5 tahun penjara dan denda Rp 400 juta subsider 6 bulan kurungan. Jaksa juga menuntut Edhy membayar uang pengganti sebanyak Rp 9,6 miliar dan US$ 77 ribu. Jaksa menyatakan Edhy terbukti menerima suap dari para pengusaha untuk mempermulus keluarnya izin ekspor benih lobster.

    Dalam pleidoinya, Edhy mengatakan keberatan dengan tuntutan itu. Edhy mengatakan usianya sudah 49 tahun. Dia bilang kemampuannya menanggung beban berat sudah berkurang. Dia juga mengatakan masih punya tanggung jawab, yaitu istri dan tiga anak.

    Edhy membantah menerima duit suap dari pengusaha. Dia mengatakan bukan pemilik dari PT Aero Citra Kargo, perusahaan yang memonopoli pengiriman benih lobster ke luar negeri. “Tuntutan tersebut didasarkan atas dakwaan yang sama sekali tidak benar,” kata dia.

    Indonesia Corruption Watch justru menilai tuntutan hukum kepada Edhy sebagai penghinaan terhadap rasa keadilan masyarakat. ICW menilai tuntutan hukuman itu kelewat rendah. “Benar-benar telah menghina rasa keadilan,” kata peneliti ICW, Kurnia Ramadhana, Rabu, 30 Juni 2021.

    Baca juga: Dituntut 5 Tahun Penjara, Edhy Prabowo: Berat, Saya Punya Istri dan 3 Anak


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada, Penyakit Yang Terabaikan Saat Pandemi Covid-19

    Wabah Covid-19 membuat perhatian kita teralihkan dari berbagai penyakit berbahaya lain. Sejumlah penyakit endemi di Indonesia tetap perlu diwaspadai.