Positif Covid-19, Gibran Sempat Tes Antigen Tapi Hasilnya Nonreaktif

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka (tengah) dan Wakil Wali Kota Teguh Prakosa (kanan) diambil sumpah jabatan saat upacara pelantikan Wali Kota-Wakil Wali Kota Solo di Kantor DPRD Kota Solo, Jawa Tengah, Jumat, 26 Februari 2021. Gibran Rakabuming Raka-Teguh Prakosa dilantik sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Solo secara virtual oleh Gubernur Jateng Ganjar Pranowo bersama 16 kepala daerah lainnya di Jawa Tengah. ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha

    Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka (tengah) dan Wakil Wali Kota Teguh Prakosa (kanan) diambil sumpah jabatan saat upacara pelantikan Wali Kota-Wakil Wali Kota Solo di Kantor DPRD Kota Solo, Jawa Tengah, Jumat, 26 Februari 2021. Gibran Rakabuming Raka-Teguh Prakosa dilantik sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Solo secara virtual oleh Gubernur Jateng Ganjar Pranowo bersama 16 kepala daerah lainnya di Jawa Tengah. ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha

    TEMPO.CO, Jakarta - Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka positif Covid-19 usai menjalani tes usap di Rumah Sakit Bung Karno. Ia mengatakan hasil tes PCR sudah keluar sejak Senin, 12 Juli 2021.

    "Saat tahu positif saya langsung memisahkan diri. Alhamdulilah anak, istri, ajudan, dan sopir semuanya negatif," katanya, Rabu, 14 Juli 2021.

    Sebelum tes PCR, ia mengatakan sebenarnya sudah menjalani tes antigen. Namun, hasilnya nonreaktif atau negatif. 

    Putra pertama Presiden Joko Widodo ini mengaku sangsi dengan hasil antigen. Sebab, dalam beberapa hari terakhir, ia keliling ke beberapa lokasi rawan paparan. Seperti ke rumah sakit, tempat isolasi mandiri, termasuk meninjau vaksinasi Covid-19 massal. Akhirnya ia mengambil tes PCR.

    Meski positif Covid, ayah dua anak ini mengaku dalam kondisi sehat dan tidak merasakan gejala apapun sehingga cukup menjalani isolasi mandiri. 

    Ia mengatakan juga sudah berkoordinasi dengan Wakil Wali Kota Surakarta Teguh Prakosa dan Sekretaris Daerah Ahyani agar lebih aktif turun ke lokasi rawan di Solo untuk memastikan penanganan Covid -19 berjalan dengan baik. "Saya juga minta ajudan untuk tetap muter Solo untuk membagikan sembako kepada warga yang membutuhkan," kata Gibran.

    Baca juga: Gibran dan Puan Maharani Pantau Vaksinasi Covid-19 Massal di Solo


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.