Kemenag Kerahkan 50 Ribu Penyuluh untuk Sosialisasikan Protokol Idul Adha

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ribuan umat muslim melaksanakan shalat Idul di area lapangan Masjid Al-Azhar, Jakarta Jumat 31 Juli 2020. Umat muslim di seluruh Indonesia mulai melaksanakan shalat Idul Adha secara berjamaah di tengah pandemik COVID-19. TEMPO/Subekti.

    Ribuan umat muslim melaksanakan shalat Idul di area lapangan Masjid Al-Azhar, Jakarta Jumat 31 Juli 2020. Umat muslim di seluruh Indonesia mulai melaksanakan shalat Idul Adha secara berjamaah di tengah pandemik COVID-19. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Agama (Kemenag) akan mengerahkan sekitar 50 ribu penyuluh agama di seluruh Indonesia. Ini dilakukan untuk menyosialisasikan protokol pelaksanaan ibadah Idul Adha semasa pandemi Covid-19 yang tertuang dalam Surat Edaran Menteri Agama Nomor 15 Tahun 2021.

    "Kanwil Kemenag provinsi, ASN, non-ASN, KUA, hingga 50 ribu penyuluh agama akan kami kerahkan. Kami akan libatkan semua. Kami dorong di seluruh level untuk melakukan sosialisasi secara intensif," kata Staf Khusus Menteri Agama Bidang Kerukunan Umat Beragama Ishfah Abidal Aziz dalam siniar yang dipantau dari Jakarta, Rabu, 14 Juli 2021.

    Ishfah mengatakan, keefektifan sosialisasi antara lain akan dilihat dari kemampuan Kantor Wilayah Kementerian Agama, Kantor Urusan Agama (KUA), dan penyuluh melibatkan pihak lain dalam kegiatan sosialisasi serta frekuensi dan cakupan sosialisasi. "Ketiga, implementasi, berbagai pihak harus kita libatkan," kata dia.

    Ia menjelaskan, penyuluh antara lain akan mendampingi pengurus masjid dan musala mempersiapkan penyelenggaraan Salat Idul Adha serta penyembelihan hewan kurban dan pembagian daging kurban di daerah tanpa kasus Covid-19 dan daerah dengan risiko penularan rendah yang diperbolehkan menggelar kegiatan ibadah di masjid/mushala dan lapangan.

    "Kepala KUA kita bekali cek lis untuk melakukan monitoring. Ada beberapa hal yang mesti dipenuhi oleh masjid, dilakukan edukasi dan pendampingan bagaimana menerapkan protokol kesehatan sesuai yang tertuang di SE (surat edaran)," kata dia.

    Ia menambahkan, para penyuluh Kemenag juga akan menyampaikan edukasi mengenai vaksinasi Covid-19. Ishfah menggarisbawahi bahwa penyebab lonjakan kasus penularan Covid-19 bukan perayaan keagamaan, melainkan pengabaian protokol kesehatan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.