Politikus PKS Minta Pemerintah Beri Perhatian ke Kematian Pasien Isolasi Mandiri

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas kesehatan memasuki area isolasi mandiri saat melakukan pendataan bagi warga yang terpapar COVID-19 di Banjar Terunasari, Desa Dauh Puri Kaja, Denpasar, Bali, Kamis, 1 Juli 2021. Kelompok relawan pemantau, LaporCovid19, mencatat lebih dari 400 pasien Covid-19 meninggal dunia saat isolasi mandiri di luar rumah sakit. ANTARA/Nyoman Hendra Wibowo

    Petugas kesehatan memasuki area isolasi mandiri saat melakukan pendataan bagi warga yang terpapar COVID-19 di Banjar Terunasari, Desa Dauh Puri Kaja, Denpasar, Bali, Kamis, 1 Juli 2021. Kelompok relawan pemantau, LaporCovid19, mencatat lebih dari 400 pasien Covid-19 meninggal dunia saat isolasi mandiri di luar rumah sakit. ANTARA/Nyoman Hendra Wibowo

    TEMPO.CO, Jakarta - Anggota Komisi Kesehatan DPR dari Fraksi PKS, Kurniasih Mufidayati, meminta pemerintah memberi perhatian khusus terhadap kasus kematian pasien Covid-19 yang isolasi mandiri.

    “Secara pribadi saya prihatin akan tingginya kasus kematian pasien Covid saat isoman. Harusnya ini jadi perhatian pemerintah juga,” kata Mufida dalam keterangannya, Rabu, 14 Juli 2021.

    Mufida mengatakan, berdasarkan data Lapor Covid-19, sebanyak 265 pasien Covid-19 meninggal saat isolasi di rumah selama Juni hingga 2 Juli 2021. Data tersebut dihimpun berdasarkan hasil penelusuran tim Lapor Covid-19 di media sosial seperti Twitter, berita online, dan laporan langsung warga.

    Sebanyak 265 Korban jiwa tersebut tersebar di 47 Kota dan Kabupaten dari 10 Provinsi yakni DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY, Jawa Timur, Lampung, Kepulauan Riau, Riau dan Nusa Tenggara Timur (NTT). 

    Menurut Mufida, tingginya kematian pasien isolasi ini dipengaruhi sejumlah faktor, antara lain kelangkaan oksigen dan obat, penuhnya keterisian tempat tidur rumah sakit, dan permasalahan mendapatkan mobil ambulans.

    Selain itu, Mufida juga melihat program telemedicine yang dicanangkan Kementerian Kesehatan belum terbukti berjalan baik. Informasi soal isolasi mandiri masih sulit didapat masyarakat.  Ia berharap pemerintah tidak perlu banyak lakukan kerja simbolik dan seremonial. Tetapi, pemerintah harus mampu mengendalikan harga obat yang melonjak tinggi, termasuk ketersediaan tabung oksigen yang memadai bagi pasien Covid-19.

    Baca juga: Ridwan Kamil Cerita Sudah Lebih Dulu Bagikan Obat Covid-19 Gratis Ketimbang Pusat


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.