PPKM Darurat: Mobilitas di Angkutan Umum Turun 48 Persen, Tempat Kerja 32 Persen

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon penumpang menunggu kedatangan kereta di peron dua untuk naik Kereta Rangkaian Listrik saat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Stasiun Bekasi, Kota Bekasi, Jawa Barat, Senin, 5 Juli 2021. PT KCI juga mewajibkan penumpang KRL memakai masker ganda. Masker yang disarankan adalah masker bedah dilapisi dengan masker kain. Apabila mau pakai masker tunggal, maka bisa memakai masker KN95, N95, maupun KF94. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    Calon penumpang menunggu kedatangan kereta di peron dua untuk naik Kereta Rangkaian Listrik saat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Stasiun Bekasi, Kota Bekasi, Jawa Barat, Senin, 5 Juli 2021. PT KCI juga mewajibkan penumpang KRL memakai masker ganda. Masker yang disarankan adalah masker bedah dilapisi dengan masker kain. Apabila mau pakai masker tunggal, maka bisa memakai masker KN95, N95, maupun KF94. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Mobilitas masyarakat di sejumlah area publik tercatat jauh menurun selama masa penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM Darurat, sejak 3 Juli 2021 lalu. Dari data Google Mobility per 9 Juli 2021, penurunan tingkat pergerakan tertinggi muncul di pusat transportasi umum.

    Dari set data itu, tren mobilitas secara nasional untuk tempat transportasi umum seperti KRL, terminal bus, dan stasiun kereta api turun hingga 48 persen. Tren mobilitas di tempat kerja juga tercatat turun hingga 32 persen.

    Lokasi lain yang juga menunjukan penurunan aktivitas pergerakan manusia terjadi di lokasi retail dan rekreasi, yang turun 20 persen. Mobilitas di taman juga turun 23 persen.

    Tercatat kenaikan mobilitas terjadi paling tinggi di area pemukiman, yang naik 15 persen. Selain itu, pergerakan di toko bahan makanan dan apotek juga naik 11 persen.

    DKI Jakarta dan DIY Yogyakarta tercatat menjadi daerah yang paling tinggi penurunan aktivitasnya. Mobilitas di tempat kerja di Jakarta tercatat turun hingga 50 persen, sementara di Yogyakarta turun 40 persen.

    Sementara mobilitas di transportasi publik, tercatat tertinggi terjadi di Yogyakarta dengan penurunan hingga 68 persen. Di Jakarta, penurunannya mencapai 58 persen.

    Data ini dikumpulkan Google dengan cara menghitung perubahan ini menggunakan jenis data yang digabungkan dan dianonimkan. Sama seperti jenis data yang digunakan untuk menampilkan jam favorit untuk tempat di Google Maps.

    Baca: Sebut Belum Ada Perpanjangan PPKM, Jubir Luhut: Opsi Itu Akan Dievaluasi Dulu


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.