Soal Pernyataan Risma, Veronica Koman: Kalau Mau Bangun Papua, Kirim ASN Terbaik

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Veronica Koman. frontlinedefenders.org

    Veronica Koman. frontlinedefenders.org

    TEMPO.CO, Jakarta - Aktivis HAM dan pengacara masyarakat Papua, Veronica Koman, mengaku tidak heran dengan pernyataan Menteri Sosial Tri Rismaharini atau Risma yang mengancam akan memindahkan ASN ke Papua jika bekerja lamban.

    "Karena memang sudah ada pengalamannya. Saya sudah pernah cuit ini, 100 lebih mahasiswa Papua dipaksa ke luar dari Kota Surabaya," ujar Veronica saat dihubungi pada Rabu, 14 Juli 2021.

    Veronica Koman menilai, pemikiran bahwa Papua adalah 'tempat buangan' memang sudah tumbuh subur di kalangan pegawai negeri. Misalnya saja di jajaran TNI dan Polri.

    "Kalau Papua itu tempat hukuman, tempat buangan, yang orang-orang seken lah ibaratnya ditaruh di Papua," kata Veronica. Jika pemerintah benar ingin membangun Papua, justru seharusnya mengirim orang-orang yang terbaik.

    Selain itu, Veronica menyebut sikap rasisme yang ditunjukkan Risma tak hanya secara verbal saja, tetapi juga melalui sikapnya. Ia mencontohkan salah satunya adalah ketika Risma tak menanggapi permintaan bantuan kesehatan dan makanan yang berulang kali diajukan Dinas Sosial Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua.

    "Ada 5.000 pengungsi konflik bersenjata. Mereka ini sudah kelaparan, tidak ada akses kesehatan karena sudah mengungsi sejak April. Sudah ada lima pengungsi meninggal, dua di antaranya anak-anak karena sangking lapar dan sakitnya," ucap Veronica. Sementara pengungsi yang bukan Papua asli, justru sangat difasilitasi oleh pemerintah.

    ANDITA RAHMA

    Baca juga: Kesalnya Mensos Risma Ketika Tidak Ada ASN Bantu Dapur Umum di Balai Wyataguna


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.