Soal Rencana Perpanjangan PPKM Darurat, Satgas: Demi Keselamatan Masyarakat

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengendara melintasi videotron bertuliskan seruan PPKM Darurat di Jalan Ahmad Yani, Pontianak, Kalimantan Barat, Senin, 12 Juli 2021. Pemerintah menetapkan PPKM Darurat di dua kota di Kalimantan Barat yaitu Pontianak dan Singkawang, terhitung dari 12 Juli hingga 20 Juli 2021 guna menekan penyebaran Covid-19 dan keluar dari zona merah. ANTARA/Jessica Helena Wuysang

    Pengendara melintasi videotron bertuliskan seruan PPKM Darurat di Jalan Ahmad Yani, Pontianak, Kalimantan Barat, Senin, 12 Juli 2021. Pemerintah menetapkan PPKM Darurat di dua kota di Kalimantan Barat yaitu Pontianak dan Singkawang, terhitung dari 12 Juli hingga 20 Juli 2021 guna menekan penyebaran Covid-19 dan keluar dari zona merah. ANTARA/Jessica Helena Wuysang

    TEMPO.CO, Jakarta - Satuan Tugas Penanganan Covid-19 menyebut pemerintah membuka peluang memperpanjang Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM Darurat. Rencana ini bakal dieksekusi jika kasus Covid belum terkendali. 

    "Perpanjangan kebijakan maupun penerapan kebijakan lain bukan tidak mungkin dilakukan demi keselamatan dan kesehatan masyarakat secara luas," kata juru bicara Satgas Covid-19, Wiku Adisasmito, dalam konferensi pers daring, Selasa, 13 Juli 2021.

    Wiku mengakui, kasus harian terus melonjak hingga hari ke-11 pelaksanaan PPKM Darurat. Pada Selasa, 13 Juli 2021, ada 47.899 pasien, tertinggi selama pandemi.

    Selain itu, Wiku menyebut kasus aktif cenderung melambat karena kenaikan kasus diiringi kenaikan angka kesembuhan yang tinggi. Sementara itu, kata dia, testing dan vaksinasi juga meningkat. 

    Rencana memperpanjang PPKM Darurat Jawa-Bali sebelumya diungkapkan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Ia menyebut PPKM akan diperpanjang hingga enam minggu untuk menurunkan angka kasus Covid-19.

    “PPKM darurat selama 4-6 minggu dijalankan untuk menahan penyebaran kasus Covid-19. Mobilitas masyarakat diharapkan menurun signifikan,” kata Sri Mulyani saat Rapat Kerja bersama dengan Badan Anggaran DPR RI, kemarin.

    Baca juga: Mobilitas Jakarta Turun Saat PPKM Darurat, Epidemiolog: Dampaknya Tunggu 1 Pekan


     

     

    Lihat Juga