Rangkul Perajin, Brand Sepeda Lokal Malang Eksis di Dunia Ekraf

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • INFO NASIONAL  – Kota Malang mempunyai potensi ekonomi kreatif (ekraf) yang luar biasa dan terus dioptimalkan. Menurut Wali Kota Malang Drs. H. Sutiaji, potensi ini menjadi pusat kekuatan, keberlanjutan dan keterpaduan ekonomi Kota Malang yang diprioritaskan pada upaya peningkatan produktivitas dan daya saing daerah, serta kesejahteraan masyarakat

    “Kondisi pandemi seperti saat ini bukanlah krisis moneter, melainkan krisis karena tidak dapat bertemunya produsen dan permintaan. Ekonomi kreatif menjadi salah satu jawaban yang dapat mempertemukan produsen dengan permintaan tersebut,” kata Wali Kota Sutiaji pada acara Focus Group Discussion (FGD) Pengukuran Pertumbuhan Ekonomi Kreatif Kota Malang Tahun 2021 di Balai Kota Malang, Senin (12/7/2021).

    Hal itu sejalan dengan salah satu brand lokal di Kota Malang, yakni Grotesk. Brand ini merangkul para perajin lokal yang terdiri dari tukang las, tukang cat, dan tukang rakit yang kemudian berkolaborasi membuat sepeda

    Produk sepeda yang lahir dari konsep bisnis sosiopreneur ini menjadi salah satu upaya menghadapi era pandemi Covid-19. Sepeda buatan tangan arek Malang ini berkualitas tinggi, desain yang unik, modern, dan kuat

    Co-founder Grotesk Dadik Wahyu Chang mengatakan, produk dan desain sepeda ini merupakan bagian dari pergerakan pelaku industri kreatif di tengah pandemi. Hal ini sekaligus sebagai komitmen untuk memberikan dampak sosial kepada masyarakat dengan memberdayakan para perajin lokal

    Dadik menyebut pihaknya melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, perajin, swasta, dan komunitas untuk bergerak bersama menghasilkan karya yang dampaknya dapat dirasakan banyak pihak.

    “Saat ini sudah ada sekitar 25 orang koordinator dari tukang las, cat, dan rakit di Kota Malang yang menjadi jejaring dalam produksi pembuatan sepeda ini. Sedangkan dalam manajemen sendiri ada empat orang sebagai tim inti. Mereka nantinya akan bertugas sebagai quality control, komunikasi, promosi, pengembangan produk dan lain-lain,” kata Dadik.

    Desain sepeda ini dibuat Founder Grotesk Fattah Setiawan pada 2020. Ternyata sepeda ini banyak diminati sehingga pembeli pun mulai berdatangan, baik yang memesan full bike, frame, dan lain-lain. Pada 2021 Grotesk mulai mengembangkan bisnis sepeda ini dengan merangkul perajin.

    “Kami publikasikan informasi ke masyarakat, kawan-kawan yang terdiri dari tukang las, tukang cat, tukang rakit, khususnya yang mempunyai masalah di masa pandemi atau siapa pun yang ingin membuat sepeda, siapa yang ingin ngelas, siapa yang ingin ngecat silakan hubungi kami. Sehingga datanglah teman-teman ke tempat kami,” ujarnya.

    Menurut Dadik, meski sepeda ini diproduksi dengan peralatan sederhana yang mereka miliki sendiri dan dikerjakan sendiri, kualitasnya unggul. “Yang terpenting sepeda ini adalah handmade karena dilahirkan, dikemas, dibuat secara handmade melalui tangan-tangan manusia dari sumber daya terbaik. sehingga berbeda dan tidak kalah dengan buatan perusahaan ataupun produk impor. Grotesk berkarya melalui kreasi sebagai salah satu solusi menghadapi pandemic,” ujar Wahyu.(*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.