Menkes Sebut Rumah Sakit Tak akan Pernah Cukup Jika Pergerakan Tak Dibatasi

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin mengunjungi ruang IGD Covid-19 di Rumah Sakit Fatmawati, Jakarta. Kunjungan ini untuk menyemangati tenaga kesehatan atau nakes yang tengah bertugas. Kemenkes

    Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin mengunjungi ruang IGD Covid-19 di Rumah Sakit Fatmawati, Jakarta. Kunjungan ini untuk menyemangati tenaga kesehatan atau nakes yang tengah bertugas. Kemenkes

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Kesehatan atau Menkes Budi Gunadi Sadikin mengatakan rumah sakit adalah bagian terakhir alias hilir penanganan pandemi Covid-19. Dia mengatakan, bagian hilir ini tak akan pernah cukup tanpa penanganan di hulu, caranya lewat pembatasan pergerakan masyarakat.

    "Seberapapun kami tambah kapasitas rumah sakit, dokternya, obatnya, oksigennya, tidak akan pernah cukup kalau memang penyebaran varian barunya ini tidak ditangani di hulu," kata Budi dalam Rapat Kerja dengan Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat, Selasa, 13 Juli 2021.

    Budi pun menegaskan bahwa yang paling penting adalah penanganan di sisi hulu. Dia mewanti-wanti agar masyarakat disiplin mengurangi pergerakan dan tidak bepergian demi menahan laju penyebaran varian delta.

    Budi mengatakan jumlah tempat tidur di seluruh Indonesia sekitar 400 ribu. Di awal tahun, kata Budi, ia telah mengeluarkan instruksi agar 30 persen di antaranya dialokasikan untuk tempat tidur isolasi pasien Covid-19.

    Artinya, ada sekitar 120 ribu tempat tidur isolasi. Budi mengatakan hanya sekitar 23 ribu tempat tidur yang terisi sebelum Lebaran lalu. Namun dalam enam hingga tujuh pekan terakhir, angka keterisian tempat tidur sudah mencapai 90 ribu.

    Budi mengatakan pemerintah telah secara gradual meningkatkan jumlah tempat tidur isolasi. Dari 75 ribu tempat tidur sebelum Lebaran, jumlahnya sudah ditambah menjadi 107 ribu dan 120 ribu.

    "Di atas 120 ribu posisi kita akan sulit karena itu sudah 30 persen dari kapasitas RS di seluruh Indonesia," ujar Budi.

    Mantan Wakil Menteri BUMN ini sekali lagi mengajak masyarakat untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan dan tetap tinggal di rumah. "Itu penting sekali kasihan teman-teman di RS, kasihan para dokter, kasihan para nakes yang nanti akan menerima gelombang pasien. Kita bereskan di sisi hulu," kata Menkes Budi Gunadi.

    Baca juga: Menkes Minta Masyarakat Tak Borong Obat: Orang yang Butuh Bisa Meninggal


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.