Menkes Ungkap Jumlah Kebutuhan Perawat dan Dokter untuk Penanganan Covid-19

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin (tengah) berbincang dengan Kepala Puskesmas Jati Ahmad Muhammad (kanan) saat meninjau penanganan COVID-19 di Kudus, Jawa Tengah, Sabtu, 5 Juni 2021. Menkes memberikan bantuan berupa 30 ventilator, 50 ribu swab antigen dan 50 ribu vaksin serta mengirim sebanyak 38 tenaga kesehatan terdiri perawat dan dokter dari IDI. ANTARA/Yusuf Nugroho

    Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin (tengah) berbincang dengan Kepala Puskesmas Jati Ahmad Muhammad (kanan) saat meninjau penanganan COVID-19 di Kudus, Jawa Tengah, Sabtu, 5 Juni 2021. Menkes memberikan bantuan berupa 30 ventilator, 50 ribu swab antigen dan 50 ribu vaksin serta mengirim sebanyak 38 tenaga kesehatan terdiri perawat dan dokter dari IDI. ANTARA/Yusuf Nugroho

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin telah menghitung kebutuhan tenaga perawat dan dokter untuk menangani lonjakan pasien Covid-19 di tujuh provinsi, yakni Bali, Banten, DI Yogyakarta, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Jumlah kebutuhan perawat di tujuh provinsi itu ialah 16.675 orang dengan asumsi kenaikan kasus sebesar 30 persen dan 21.877 orang jika kenaikan kasus mencapai 60 persen.

    "Kami sudah hitung membutuhkan sekitar 16-20 ribu perawat tambahan di tujuh provinsi ini," kata Budi Gunadi dalam Rapat Kerja dengan Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat, Selasa, 13 Juli 2021.

    Budi mengatakan pemerintah telah memetakan jumlah perawat yang telah lulus uji kompetensi sebanyak 8.475 orang; yang telah lulus pendidikan tetapi belum lulus uji kompetensi sebanyak 1.947 orang; dan yang masih mahasiswa tingkat akhir sebanyak 3.488 orang.

    Kemudian jumlah bidan yang telah lulus uji kompetensi sebanyak 2.458 orang; belum lulus uji kompetensi 251 orang; dan mahasiswa tingkat akhir sebanyak 2.394 orang. Total jumlah perawat dan bidan untuk tiga kategori tersebut ialah 19.013 orang.

    Kementerian Kesehatan pun berkomunikasi dengan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi untuk mengakselerasi agar para perawat dan bidan tersebut bisa segera bertugas. Budi mengusulkan, praktik para tenaga kesehatan itu bisa dihitung sebagai parameter penilaian untuk kelulusan.

    "Kalau bisa yang mereka lakukan dihitung sebagai kredit, karena mereka sudah praktik, ini harusnya bisa dimasukkan sebagai salah satu parameter penilaian ketika mereka lulus," ujarnya.

    Selain perawat, Budi juga menjelaskan kebutuhan tenaga dokter di tujuh provinsi yang sama jika jumlah kasus meningkat 30-60 persen. Dengan asumsi kenaikan pada angka tersebut, jumlah dokter yang diperlukan berkisar antara 2.954 orang hingga 3.651 orang.

    Untuk asumsi kenaikan 30 persen, terjadi gap dokter umum sebanyak 2.270 orang. Sedangkan jika kenaikan 60 persen, selisih kebutuhan dokter umum sebanyak 2.968 orang. Budi mengatakan ada 3.911 orang dokter dalam tahap pascainternship 2020 yang bisa segera direkrut untuk bertugas.

    "Ini akan kami percepat seluruh proses administrasinya sehingga mereka bisa masuk ke rumah sakit untuk bisa merawat pasien Covid-19," ucap Menkes Budi Gunadi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pelonggaran Kembali PPKM: Aturan Baru WFO, Bioskop, dan Anak-anak

    Pemerintah kembali melonggarkan sejumlah aturan PPKM yang berlaku hingga 4 Oktober 2021. Pelonggaran termasuk WFO, bioskop, dan anak-anak di mall.